Para Uskup Katolik Filipina Rapat Tentukan Nasib Arroyo
Sabtu, 09 Jul 2005 13:13 WIB
Jakarta - Hari ini, nasib Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo akan ditentukan. Para uskup Katolik berpengaruh di Filipina tengah melakukan pertemuan, yang diharapkan rakyat Filipina bisa mendesak Arroyo mundur dari kursi presiden.Posisi Arroyo semakin tersudut setelah satu per satu pendukung kepercayaannya membelot. Para pendukung yang kini ikut mendesak Arroyo mundur, mulai dari para manajer ekonomi, para menteri, kelompok sipil, hingga sekutu politiknya.Bahkan, teman lama dan sahabat Arroyo, mantan Presiden Cory Aquino juga ikut mendesak Arroyo melakukan pengorbanan. "Saat ini pemerintahan yang efektif dan baik sudah tak dapat dilakukan lagi," tukas Aquino.Beberapa pejabat dan pengamat politik di Filipina memprediksi, kejatuhan Arroyo tinggal menunggu waktu. Mereka ingin melihat Arroyo terjungkal oleh revolusi kekuatan rakyat Filipina."Skenario kejatuhan Presiden sudah tercapai. Waktunya tinggal sebentar lagi," tegas profesor ilmu politik Universitas Filipina Alex Magno, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/7/2005).Sumber di gereja Katolik mengatakan, para uskup negara tersebut akan mengajukan desakan mundur itu pada Arroyo sore hari ini. Arroyo yang masa baktinya baru berakhir tahun 2010 itu, diminta berkorban demi rakyat Filipina.Gereja memang memiliki peran tradisional dalam menentukan kekuatan politik di negara berbasis agama Katolik Roma ini. Gereja Katolik sudah dua kali ikut menjatuhkan Presiden Filipina, salah satunya adalah Joseph Estrada yang digantikan Arroyo.
(fab/)











































