Kondisi Warga Belanda yang Ditembak di Aceh Membaik
Sabtu, 09 Jul 2005 12:50 WIB
Medan - Setelah mengalami perawatan intensif, kondisi Marije Mellegers, wanita warga Belanda berusia 24 tahun, yang menjadi korban penembakan di Aceh Selatan, mulai membaik. Hingga Sabtu pagi (9/7/2005), Marije masih beristirahat sebagai bagian dari proses pemulihannya, di ruang 439 di lantai empat RS Gleneagles, Jalan Listrik Medan. "Dia sudah keluar dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sejak Jumat sore," kata seorang petugas medis di rumah sakit tersebut. Selama di ruang UGD, Marije menjalani operasi untuk memeriksa kerusakan tulang lutut dan paha kanan akibat pecahan peluru. Selain pemeriksaan lutut, tangannya juga dioperasi akibat pecahan kaca mobil yang bersarang sepanjang lengan hingga pergelangannya.Seperti diberitakan sebelumnya, Marije menjadi korban setelah mobil Toyota Kijang warna abu-abu, nomor polisi B 499 JB yang dia tumpangi bersama beberapa orang lainnya ditembaki di Tapak Tuan, pada Kamis (7/7/2005) sekitar pukul 21.00 Wib. Marije kemudian dievakuasi ke Medan pada Jumat (8/7/2005) bersama Staf PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) Medan, Azmiaty Zuliah dengan bertolak dari Bandara Tapak Tuan dengan menggunakan pesawat SMAC dan selanjutnya dibawa ke RS Gleneagles.Marije adalah seorang mahasiswa Belanda yang tengah melakukan penelitian lapangan di PKPA. Kemudian dalam program PKPA di Aceh, ia diikutkan. Setelah selesai melakukan penelitian lapangan, Marije kembali ke Medan. Namun karena tidak ada pesawat dari Meulaboh, Marije terpaksa lewat jalan darat.
(asy/)











































