Krisis Premium di Kota Kupang Berangsur Normal

Krisis Premium di Kota Kupang Berangsur Normal

- detikNews
Sabtu, 09 Jul 2005 12:32 WIB
Kupang - Krisis premium di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berangsur normal. Antrean panjang di delapan SPBU selama sepekan, kini tidak terlihat lagi. Meski demikian, aparat kepolisian tetap berjaga-jaga disepanjang jalan menuju ke lokasi SPBU. Pengamanan ini dalam rangka mencegah terjadinya pembelian menggunakan jerigen oleh para pedagang pengecer.Hasil pantauan detikcom, sejak Sabtu (9/7/2005) pagi, tidak ada lagi tumpahan manusia atau antrean panjang. Jalan-jalan yang selama sepekan nampak lengang mulai ramai termasuk aktivitas perkantoran. Sementara harga premium di tingkat pengecer perlahan-lahan bergerak turun menjadi Rp 7.500 dari sebelumnya Rp 15.000 dan akan kembali stabil menjelang sore hari nanti. Para petugas SPBU nampak melayani pengisian premium sebagaimana biasanya. Tidak ada aksi rebutan sebagimana hari-hari sebelumnya. Namun belum dapat dipastikan, apakah keadaan ini akan terus bertahan.3.900 Ton BBM Tiba di Kupang Kepala Cabang Pertamina Unit Pemasaran V Kupang, Adi Nugroho, kepada wartawan di Kupang, Sabtu (9/7/2005) mengatakan, kapal tangker Klawotong yang membawa 3.900 ton BBM jenis premium dan Solar tiba di Pelabuhan Nusa Lontar Kupang, Jumat pukul 24.00 WITA. Dari 3.900 ton BBM, sebanyak 1.700 di antaranya adalah premium dan sisanya 2.200 ton solar. BBM tersebut akan disuplai untuk kebutuhan di Timor barat, Alor, Flores dan Sumba, serta sebagiannya akan di ekspor ke Timor Leste. "Setelah melakukan pembongkaran, BBM tersebut langsung didistribusikan kepada semua SPBU yang ada di Kota Kupang," katanya. Nugroho menambahkan, dalam waktu dekat akan tiba satu unit kapal tangker membawa 900 ton premium. Sebelumnya, aktivitas warga di Kota Kupang nyaris lumpuh menyusul kelangkaan premium selama sepekan. Kelangkaan ini mengakibatkan melonjaknya harga di tingkat eceran yang mencapai Rp 15 ribu per liter. Dampak negatif dari krisis BBM ini berdampak pula pada melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads