Perjuangan Inayah Tiap Malam Lewati Kuburan Demi Hafal Al Quran

Moch Prima Fauzi - detikNews
Sabtu, 28 Apr 2018 15:54 WIB
Foto: Inayah (Dok. Darul Quran)
Palembang - Inayah, gadis berusia 16 tahun asal Palembang, rela mengunjungi kampung-kampung yang jaraknya cukup jauh dengan tempat tinggalnya. Hal itu dilakukannya demi menghafal Al Quran.

"Akhirnya Inayah bawa motor sendiri. Ngajinya habis maghrib. Karena jauh saya berangkat pukul 16.30 WIB. Pulang habis Isya sampai rumah pukul 23.00 WIB," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/4/2018).




Ia mengaku tak jarang mendapatkan teguran guru ngaji karena terlambat. Ayahnya juga sempat meminta untuk berhenti mengaji karena jarak yang jauh membuatnya tak sanggup mengantar dan menjemput. Inayah akhirnya mengendarai motor sendiri.

"Takut banget sebetulnya. Kalau malam melewati kuburan China. Tapi Inayah benar-benar ingin hafal Quran untuk mengubah dan menaikkan derajat keluarga," ujarnya.

Ia bercerita alasan ingin menghafal Al Quran karena menilai keluarganya yang jauh dari agama. Ayahnya tak pernah salat dan puasa, sementara sejak lahir hingga usia 6 tahun ia tak pernah bertemu ibunya. Sang ibu diketahui menjadi TKW di Kuwait.

"Inayah baru kenal ibu pas umur 6 tahun. Ibu pulang dari Kuwait. Waktu itu sama sekali enggak kenal itu siapa terus dikasih tahu sama tante ternyata itu ibu Inayah," tuturnya.


Namun semenjak menghafal Al Quran, ia menuturkan keadaan keluarganya menjadi lebih baik. Sang ayah yang tak pernah puasa kini telah mulai sadar meski masih tahap belajar.

"Sejak Inayah kenal Al Quran, semuanya berubah. Alhamdulillah, ayah juga sekarang sudah puasa walaupun puasanya cuma full pas hari pertama dan terakhir Ramadan. Ayah udah ngerasa malu karena adik-adik puasanya semua full," imbuhnya.

Kini, Inayah adalah salah satu dari 11 santriwati Pesantren Takhassus Daarul Quran Bangun Reksa, Ciledug, Tangerang. Hafalannya sudah 8 juz. Ia mengaku tak akan pulang ke Palembang jika belum hafal 30 juz. Inayah punya cita-cita sekolah di Mesir dan membangun pesantren di sejumlah negara.

Pesantren Takhassus Daarul Quran adalah lembaga yang mencetak generasi muda untuk menghafal Quran, sekaligus pengkaderan calon-calon pemimpin berlandaskan Al Quran.

Inayah juga memutuskan untuk memakai bercadar. Ia mengaku ingin hijrah setelah sempat berpenampilan tomboy.

"Saya dulu tomboy pakai celana Levi's, suka nggak bisa menahan suara. Jadi biar saya malu sama cadar. Ibu juga sekarang sudah berjilbab sejak Inayah menutup aurat," pungkasnya.

(nwy/nwy)