Dibantu Eks Pimpinan KPK, PSI Masih 'Hunting' Caleg untuk 2019

Carlo Venansius Homba - detikNews
Sabtu, 28 Apr 2018 16:05 WIB
Foto: PSI tes bacaleg. (Carlo V Homba/detikcom).
Jakarta - PSI kembali mengadakan tes bakal calon legislatif (Bacaleg) yang berasal dari berbagai latar belakang. Partai pimpinan Ketum Grace Natalie ini masih 'hunting' mencari tokoh terbaik untuk dipilih sebagai caleg di Pileg 2019 dari PSI.

Tes Bacaleg ini digelar di DPP PSI, Jl. Wahid Hasyim, No. 194, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2018). Acara dimulai pada 09.00 WIB dan dijadwalkan akan selesai pada 17.00 WIB.

"Bacaleg yang ikut wawancara hari ini ada 150 orang," tutur Manager Campaign PSI Andy Budiman.


Para bacaleg ini dibagi dalam beberapa ruang untuk diwawancara oleh para panelis. Adapun beberapa Bacaleg yang turut terlibat dalam kegiatan wawancara terbuka hari ini seperti Iwan Wiranataatmadja (Mantan Dubes RI di Bangladesh dan Iran, Martin Kusuma (Ketua Federasi Wing Chun Indonesia), Azmi Abubakar (Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Serpong), Yesi Hendriani Supartoyo (Asisten Tenaga Ahli Konsultan Monitoring dan Evaluasi Bappenas-World Bank), Pongky Adhi Purnama (Wakil Dekan IV Universitas Trisakti), Dwi Pantja Wibowo dari Perhimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN), dan masih banyak orang dengan latar belakang yang sangat beragam.

"Orang-orang yang akan dipilih nanti adalah orang yang mewakili ide PSI tetang anti-korupsi, anti-intoleransi, dan independen," kata Andy.

Dibantu Eks Pimpinan KPK, PSI Masih 'Hunting' Caleg untuk 2019Foto: PSI tes bacaleg. (Carlo V Homba/detikcom).

Untuk memilih calon-calon terbaik, PSI mengundang berbagai pihak yang berkompeten dan independen. Mereka yang akan memutuskan siapa yang layak menjadi caleg dari PSI.

Para panelis yang hadir hari ini untuk mengetes para Bacaleg PSI adalah Bibit Samad Rianto (Mantan Wakil Ketua KPK), Gun Gun Heryanto (Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta), Neng Dara Affiah (Mantan Komisioner Komnas Perempuan), Asep Iwan Iriawan (Mantan Hakim), Betti Alisjahbana (Pakar Manajemen dan Mantan Presiden Direktur IBM Indonesia), dan Komaruddin Hidayat (Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Jakarta).


"Mudah-mudahan proses ini akan akan membawa keberhasilan dan mereka yang baik menjadi wakil-wakil rakyat dan bisa membawa suatu kebaikan dan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Betty Alisabana. (elz/elz)