Setelah Mutilasi, Bekasi Dihebohkan Bebek Berkaki 4
Sabtu, 09 Jul 2005 06:05 WIB
Jakarta - Masyarakat Bekasi kembali dihebohkan. Setelah dikejutkan adanya kasus mutilasi, kini di tempat yang sama, warga dihebohkan dengan adanya 'penampakan' Bebek berkaki Empat.Kemunculan unggas yang tidak biasa ini tak jauh dari lokasi pembantaian korban mutilasi, Yulius Alexander. Tepatnya di perumahan Jati Unggul Blok A 16 NO 23 Kel Harapan Jaya Bekasi Utara, yang berjarak sekitar 800 Meter dari lokasi eksekusi Yulius."Bebek berkaki empat ini baru dibuka untuk umum pada hari Rabu (6/7/2005) kemarin. Sebelumnya kita hanya memelihara saja di kantor RW 14," kata Agus Sularso yang mengaku sebagai penemu bebek, di lokasi pemeliharaan Bebek berkaki empat di kantor RW 14 perumahan Jati Unggul, Bekasi Utara, Sabtu (9/7/2005).Agus tidak sendirian menemukan si Bebek aneh ini, rekan lainnya yakni Turmudi (Ketua RW 14), Sodikin dan Dzulkifli. Menurut Agus, penemuannya itu tidak disengaja, yakni ketika ingin mengunjungi sawah Turmudi yang sedang digarap di daerah Desa Pebayuran Cikarang, Bekasi."Waktu kita main ke sawah tiba-tiba kita melihat Bebek itu," tambahnya. Spontan saja setelah melihat keunikan tersebut, keempat orang ini langsung mencari tahu siapa pemilik dari bebek itu."Ternyata, ketika kita cek bebek itu milik Pak Hussein, penjaga sawah Pak Turmudi. Langsung saja kita minta untuk dipelihara di rumah," beber Agus. Si BangkitSetelah sampai di perumahan Jati Unggul, binatang aneh itupun diperlakukan layaknya orang terhormat, bahkan tak tanggung-tanggung masyarakat di perumahan itu menyambutnya dengan mengadakan acara pesta. "Bebek itu mungkin bisa membawa hal yang positif bagi warga disini," percaya Agus.Atas alasan tersebut, warga perumahan Jati Unggul menamakan Bebek berkaki empat itu dengan nama si Bangkit. "Sengaja kita namakan si Bangkit. Hal ini agar dapat membangkitkan warga terutama dalam membantu penyelesaian pos RW 14 yang sedang dipugar," harap Agus. Agus menyesalkan, sebenarnya warga perumahan ini sangat sulit untuk dimintai dana pembangunan kantor RW. "Kini si Bangkit pun sudah dibuka untuk umum. Bahkan di pintu masuk disediakan kotak infak untuk membantu biaya pembangunan kantor RW," kilahnya. Selain itu, para 'penemu' ini memasang beberapa spanduk di sekitar lokasi pemeliharaan si Bangkit, yang bertuliskan "Aneh tapi nyata ada Bebek berkaki empat".
(ism/)











































