Lebih 50 tewas, Warga London Kembali Gunakan Subway
Sabtu, 09 Jul 2005 02:19 WIB
Jakarta - Korban ledakan di London diperkirakan terus bertambah. Menjelang Jum'at sore waktu setempat, 49 jenazah telah ditemukan. Korban tewas tersebut termasuk 13 korban dalam ledakan bus tingkat. "Ini merupakan salah satu hal yang sudah lama kita khawatirkan," ujar Pangeran Charles kepada salah seorang korban di Rumah Sakit St.Mary, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita The Associated Press, Sabtu (8/7/2005).Tetapi jumlah ini diprediksi akan terus bertambah selagi polisi terus melakukan penyapuan di terowongan bawah tanah.Lebih dari 700 terluka dalam serangan kamis lalu terhadap kota London, serangan terburuk di kota itu sejak perang dunia ke-IIRatu Inggris Elisabeth dan Pangeran Charles mengunjungi para korban hari Jum'at (8/7/2005) ini. "Ini tidak akan merubah cara hidup kita," ungkap Ratu Elisabeth.10 dari 12 jalur subway London kembali beroperasi hari ini, meski dibatasi di 3 jalur. Bus juga sudah kembali berjalan, meski pengguna jalan lebih memilih naik taksi. "Biasanya saya naik bus, tapi hari ini saya memilih naik taksi," ujar Aldona Mojsko, seorang pemilik toko kue di London.Pengguna sarana transportasi, meski enggan, kembali menggunakan jalur bawah tanah hari Jumat ini. Pihak kepolisian menyatakan bahwa serangan ini mempunyai ciri-ciri jaringan Al-Qaeda.Meski penyelidikan masih ada pada tahap awal, belum ada bukti serangan tersebut dilakukan dengan bom bunuh diri. "Kita tidak mempunyai bukti bahwa itu merupakan serangan bom bunuh diri, tapi kita juga belum menemukan bukti bahwa itu bukan," ujar PM Inggris Tony Blair.
(ism/)











































