Ketua DPR Bantah Kenaikan Tunjangan Perkaya Diri

Ketua DPR Bantah Kenaikan Tunjangan Perkaya Diri

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 22:25 WIB
Jakarta - Ketua DPR RI Agung Laksono membantah kenaikan tunjangan operasional DPR untuk memperkaya diri. Agung berdalih, kenaikan itu untuk kepentingan dana kunjungan ke daerah dalam rangka menemui konstituen."Masak mau mengawasi kok dibiayai mereka," kata Ketua DPR RI Agung Laksono usai membacakan pidato Penutupan persidangan IV pada rapat paripurna DPR RI, di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat(8/7/2005).Selain itu, menurut Agung penambahan ini diharapkan dapat menjaga kemandirian anggota dewan dalam melakukan tugas-tugas pengawasan pada eksekutif. Agung menegaskan, kenaikan tunjangan operasional bukan merupakan take home pay seperti yang selama ini diberitakan. Selama ini anggota dewan telah menjalankan kewajibannya meskipun tidak mendapatkan dana operasional. "Sekarang saja, meski tidak ada dana operasional, anggota DPR bekerja sampai pukul 12 malam, bahkan ada yang sampai pukul 2 pagi," tambahnya. Soal kepastian penetapan kenaikan dana tunjangan operasional tersebut, Agung menyatakan masih menunggu waktu yang tepat. "Dari sisi waktu kita lihat-lihat dulu," ujarnya. Ketika dikonfirmasi soal gaji ke 13 untuk anggota DPR RI, Jawaban Agung sama dengan pimpinan DPR lainnya. Agung mengaku belum mengetahui dan menerimanya. Ia juga mengaku tidak paham terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Namun Ketua DPR RI ini akan tetap menerima gaji tersebut apabila dana itu memang ada. "Ya tentu saja, kalau sudah diberikan, itu hak kami," jawab Agung dengan senyum.Meskipun demikian, Agung mengaku tidak mengetahui dasar kebijakan pemerintah tersebut. "Saya tidak tahu dasar kebijakan yang diberikan. Mungkin secara menyeluruh, penganggaran anggota PNS sama semuanya, dari prajurit sampai Jenderal, karena sisem keuangan kita, kalau satu dapat maka semuanya memperoleh," papar Agung. (ism/)


Berita Terkait