Polda Jateng Belum Temukan Otak Penyelundupan BBM di Cilacap
Jumat, 08 Jul 2005 19:42 WIB
Semarang -
Meski sudah memeriksa sejumlah saksi dan menangkap beberapa orang yang diduga terkait, Polda Jateng masih kesulitan menemukan otak penyelundupan ratusan ton solar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jateng.Buntutnya, tim penyidik Polda Jateng hingga kini masih belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan terhadap 18 orang yang ditangkap di tanker pengangkut solar KM Yoto "Ada satu orang yang punya peranan penting yang belum bisa kami tangkap hingga kini. Ia adalah agen sekaligus broker bernama Neno asal Cilacap," ungkap Direktur Reserse Kriminal Polda Jateng Kombes M Zulkarnain ketika ditemui di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (8/7/2005).Dijelaskan Zulkarnain, jika Neno berhasil ditangkap maka pengungkapan kasus penyelundupan solar sebanyak 1.350 ton itu akan lebih mudah. Sebab Neno diduga banyak mengetahui mekanisme penyelundupan tersebut."Neno itu sangat terkenal di Cilacap. Kami menyatakan dia sebagai DPO untuk kasus ini. Kami masih terus melakukan pengejaran terhadapnya," ungkapnya.Dalam kasus penyelundupan tersebut, lanjut dia, Polda Jateng menahan sejumlah WNA asal Cina Taipei dan Cina daratan. Selain itu, mereka juga menangkap dua orang pemilik PT Tedi Jaya Putra yakni suami istri Opay (45) dan Tety (50) asal Bandung. Perusahaan ini diketahui sebagai pemasok solar.Untuk mengungkap penyelundupan solar oplosan tersebut, Polda Jateng terus melakukan koordinasi dengan Pertamina. Karena pada saat ditangkap, kapal tanker KM Yoto itu menggunakan nama CV Baruna Jakarta. Hingga kini belum diketahui siapa dibalik CV tersebut, termasuk bidang usaha yang dijalani.Polda juga bekerja sama dengan Bagian Imigrasi Semarang dan Jakarta karena adanya sejumlah orang asing yang terlibat kasus ini. "Kami akan cross check soal paspor dan ijin kerja mereka," imbuhnya.Kasus penyelundupan solar tersebut terungkap pada 25 Juni lalu. Pada saat itu, kapal tanker KM Yoto diketahui sedang mengisi solar. Menurut rencana saat isinya sudah mencapai 1.350 ton kapal akan diberangkatkan keluar Jateng, tapi pada saat terisi 528 ton aparat berhasil menggagalkannya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































