DetikNews
Jumat 27 April 2018, 18:04 WIB

Senpi Disita dari Sopir Bodong Grab Perampok Penumpang

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senpi Disita dari Sopir Bodong Grab Perampok Penumpang 2 pelaku pencurian dan percobaan pemerkosaan bermodus sopir taksi online Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom
Jakarta - Polisi menyita satu senjata api (senpi) rakitan dari komplotan perampok penumpang GrabCar. Otak perampokan, Fedi alias Alung ditembak mati, dua lainnya, Suherman dan Apriyadi ditangkap terpisah.

"Para pelaku berpura-pura menjadi driver taksi online (Grab). Ketika mendapatkan order dari penumpang wanita, 2 orang pelaku bersembunyi di jok belakang," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu saat rilis di Mapolres Jakbar, Jalan S Parman, Jumat (27/4/2018).

Ketika korban berinisial S masuk ke mobil di kawasan Duri Selatan, Tambora, para pelaku menyekapnya dengan menutup kepala korban menggunakan jaket. Kaki dan tangan korban juga diikat.



Dalam mobil, pelaku meminta kartu ATM beserta nomor PIN. Pelaku juga mengambil handphone dan perhiasan korban.

"Para pelaku juga berusaha untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban, namun karena korban sedang menstruasi akhirnya pemerkosaan tersebut tidak jadi dilakukan," sambung Edy.

Korban melaporkan perampokan dan percobaan pemerkosaan yang terjadi pada Senin (23/4) ini ke polisi. Penangkapan terhadap dua orang pelaku Suherman dan Apriyadi dilakukan di Penjaringan, Jakut. Polisi menembak kaki keduanya karena melakukan perlawanan saat penangkapan.



Dari interograsi kedua pelaku, polisi berupaya menangkap Fedi (LI) pada Kamis (26/4). Polisi mengejar Fedi di wilayah Pesing Koneng, Kedoya Utara, Jakbar.

"Ketika akan dilakukan penangkapan, pelaku yang tengah mengendarai mobil berusaha untuk menabrak dan melindas petugas yang sedang berusha menangkap pelaku dengan mengendarai sepeda motor," sambung Edy.

Karena keselamatan terancam, polisi menembak pelaku. Pelaku lalu dibawa ke RS Polri dan dinyatakan meninggal dunia.

Dalam kasus ini, polisi menyita handphone milik korban, 1 kartu ATM milik korban, 1 kalung liontin milik korban, 1 senpi rakitan, uang tunai Rp 100 ribu dan jaket milik pelaku untuk membekap korban.

"LI ini bukan sopir resmi, dia itu istilahnya sopir tembakan. Akun yang tergister adalah milik bapak tirinya," kata Edy.


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed