Kapolda NAD: Warga Belanda Ditembak GAM, Bukan Brimob

Kapolda NAD: Warga Belanda Ditembak GAM, Bukan Brimob

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 18:26 WIB
Jakarta - Dugaan terlibatnya personel Brimob dalam penembakan warga Belanda di Aceh pada Kamis, 7 Juli 2005, mendapat bantahan. Kapolda NAD Irjen Pol Bahrumsyah yakin pelakunya adalah GAM.Bahrumsyah menduga ada salah persepsi dalam kasus ini. Karena pada saat yang bersamaan juga terjadi penembakan terhadap aparat Brimob oleh sekelompok orang tidak dikenal."Jadi sebetulnya itu ada dua kejadian pada hari yang bersamaan, tapi beda tempat," ungkap Bahrumsyah di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (8/7/2005).Penembakan pertama terjadi di Aceh Pidie. Dalam kejadian itu, seorang personel Brimob dari Satuan III Pelopor Mabes Polri, Briptu Chaerul Parungga, kena tembak orang tidak dikenal. "Ditembak dari belakang tembus ke depan mengenai pinggang. Yang bersangkutan koma dan dirawat di Aceh Pidie. Karena kondisinya masih parah, dia belum bisa dibawa ke Medan," tutur Bahrumsyah.Sedangkan kawannya yang membawa sepeda motor, lanjut dia, lolos dari terjangan peluru. Kejadian itu berlangsung pukul 16.00 WIB.Penembakan kedua terjadi pada pukul 21.30 WIB di Kluet Utara, Aceh Selatan. Saat itu mobil dengan delapan penumpang dihadang sekelompok orang bersenjata. Dalam peristiwa inilah mahasiswi asal Belanda bernama Marije Mellegers (24) tertembak. "Marije ditembak dan pelurunya kena pergelangan tangan dan paha. Namun Kapolres langsung membawa yang bersangkutan ke Medan," katanya.Bahrumsyah mengungkapkan, keberadaan Marije di Aceh tidak diketahui aparat, karena yang bersangkutan tidak melapor, sehingga dia tidak punya Surat Tanda Melapor Diri (STMD)."Jadi namanya tidak ada di kita, tapi polisi Aceh Barat tahu kalau dia itu sudah dua hari di sana," kata Bahrumsyah, seraya menambahkan pihaknya sudah mengonfirmasi keberadaan Marije ke Kedubes Belanda di Jakarta.Mengenai pelaku penembakan, dia yakin pelakunya adalah GAM. "Kalau melihat cara kerja mereka, saya yakin mirip, tak jauh beda dengan GAM . Namun karena belum ditangkap, ya tidak bisa bilang GAM," katanya. Terkait masalah ini, Polda Aceh sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi, antara lain sopir dan kenek mobil yang ditumpangi Marije. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads