DetikNews
Jumat 27 April 2018, 12:10 WIB

Moeldoko Anggap Wajar Pertemuan Jokowi dengan Elite PKS

Ray Jordan - detikNews
Moeldoko Anggap Wajar Pertemuan Jokowi dengan Elite PKS Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Sohibul Iman. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Meoldoko menilai pertemuan tersebut sangat wajar.

"Sangat wajar," kata Moeldoko saat ditemui wartawan di kantornya, gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

"Dalam sebuah politik, itu tidak ada lawan tidak ada teman. Yang ada hanya kepentingan. Hal yang biasa dilakukan siapa pun," kata mantan Panglima TNI ini.



Elite PKS sebelumnya bicara soal isi pertemuan dengan Presiden Joko Widodo yang awalnya diceritakan Jokowi. PKS mengatakan, Jokowi bertemu dengan Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Sohibul Iman.

"Pertemuan pimpinan PKS yang resmi itu biasanya dilakukan oleh Ketua Majelis Syuro Habib Salim atau Presiden PKS. Itu yang resmi. Untuk terkait Presiden Jokowi, benar bertemu dengan beliau. Habib Salim," ujar Ketua DPP PKS Al Muzzamil Yusuf kepada wartawan, Kamis (26/4).

Muzzamil lalu bicara isi pertemuan petinggi PKS dan Jokowi. Pertemuan itu disebut Muzzamil diketahui Partai Gerindra, rekan politik PKS.



"Ya tentu pembicaraan itu ke arah itu ada ya (ajakan koalisi). Tetapi PKS menyatakan memang kita dalam posisi oposisi dan kita memang sudah berbicara jauh dengan Gerindra tetapi kita membuka komunikasi dengan yang lain, Gerindra pun tahu," tutur dia.

"Kita dengan Gerindra terbuka. Gerindra ketemu siapa, kita ketemu siapa tidak ada dusta di antara kita. Kita sama-sama pegang komitmen. Jadi dengan Pak Jokowi juga begitu, dan Ustaz Salim menegaskan dalam oposisi. Sikap kita kritis konstruktif, apa yang memang baik dari presiden kita akan suarakan tapi apa yang kurang baik memang kita akan kritisi," katanya.

Muzzamil menegaskan PKS menolak tawaran dari Jokowi. Maka dari itu, PKS ingin mengganti presiden.

"Ya ada ajakan itu, tetapi kita menyatakan sejauh ini karena dalam posisi oposisi, di dalam kabinet juga kita tetap tidak mau masuk. Maka ke depan kita mau bikin capres alternatif," tegas dia.



(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed