Deplu Belum Dengar Penembakan Warga Belanda di Aceh
Jumat, 08 Jul 2005 16:27 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) hingga kini mengaku belum mendengar informasi adanya warga asing asal Belanda yang tertembak di Aceh. Penembakan warga asing di Aceh ini untuk kedua kalinya. Sekitar dua minggu lalu, warga asing asal Hong Kong juga tertembak di Aceh."Kami belum mendengar informasi resminya. Saya sedang menghubungi Satgas Deplu di lapangan untuk mengecek info tersebut," ungkap Jubir Deplu Yuri Thamrin kepada wartawan di sela-sela pertemuan Komisi Kementerian Bersama RI-Timor Leste di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (8/7/2005).Sementara ini, lanjut Yuri, Deplu masih menunggu informasi dan keterangan secara rinci soal penembakan itu.Sekadar diketahui, seorang mahasiswi asal Belanda bernama Marije Mellegers (24) tertembak di Desa Krue Kluet, Kota Fajar, Aceh Selatan.Peristiwa naas ini terjadi pada Kamis, 7 Juli 2005, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Marije bersama rombongan dari Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), sebuah LSM di Medan, menumpangi sebuah mobil Toyota Kijang. Mereka dalam perjalanan dari Meulaboh menuju Medan.Sampai di Desa Krue Kluet , Kota Fajar, Aceh Selatan, mobil yang mereka kendarai diberondong tembakan. Lokasi persisnya, satu kilometer dari pos pemeriksaan polisi Tapak Tuan. Marije yang duduk di sebelah sopir terkena tembakan. Dua buah peluru menembus dinding mobil dan mengenai paha kanannya. Ia segera dievakuasi ke RSU Kuta Fajar. Hari ini Marije dievakuasi ke Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Marije tiba di Medan pukul 12.30 WIB, setelah dievakuasi dari Tapak Tuan dengan menggunakan pesawat Sabang Merauke Air Carter (SMAC). Sampai di Medan, Marije langsung dilarikan ke RS Internasional Gleneagles.Menurut Azmiati, Marije adalah seorang mahasiswa Belanda yang tengah melakukan penelitian lapangan di PKPA. Kemudian dalam program PKPA di Aceh, ia diikutkan. Setelah selesai melakukan penelitian lapangan, Marije kembali ke Medan. Namun karena tidak ada pesawat dari Meulaboh, Marije terpaksa lewat jalan darat.
(umi/)











































