DetikNews
Jumat 27 April 2018, 07:28 WIB

Cerita Tsamara Amany Soal Susahnya Mencari Jodoh

Aryo Bhawono - detikNews
Cerita Tsamara Amany Soal Susahnya Mencari Jodoh Tsamara Amany Alatas (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas punya cerita soal susahnya mencari jodoh dari sesama Hadhrami (keturunan Arab). Pendidikan yang cukup tak menjamin laki-laki untuk melepaskan diri dari pemikiran yang patriarki.

"Pintar ini tidak menjamin terbuka pada perempuan. Saya melihat banyak sekali lelaki keturunan arab pandangan keagamaan dan politiknya keren ini. Tetapi kalau bicara perempuan menjadi konservatif lagi," kata Tsamara dalam Talkshow Festival Hadhrami di kampus UI, Kamis (26/8/2018).

Saat mulai mendalami politik, ia mengaku pernah mendengar pergunjingan soal dirinya. Seorang teman laki-laki sesama keturunan Hadhrami yang juga dikenalnya membicarakan seperti apa kelak hubungan Tsamara dengan suami. Lelaki itu geleng-geleng ketika ditanya bagaimana kalau punya istri seperti Tsamara. "Kalau menikah mungkin suaminya diajak debat," ujar Tsamara menirukan pergunjingan yang terjadi.

Sikap seperti itu tak hanya dijumpainya sekali. Hal ini menunjukkan cara berpikir sebagian lelaki keturunan Hadhrami yang masih konservatif. Mereka menganggap jika ada perempuan yang berpikir maju maka akan mengganggu kedudukan mereka di rumah tangga.

"Jadi kalau mencari jodoh itu dibuat lingkaran, pendidikan yang sama maka peluangnya semakin kecil. Nah, ketika soal mau menerima aktivitas kita maka akan mengecil lagi, jadi tambah sedikit," terangnya.

Menurutnya problem patriarki ini sebenarnya tak hanya di kalangan Hadhrami saja. Etnis lain-pun juga memiliki masalah yang sama. Tsamara sendiri tak menutup diri jika menikah dengan komunitas lainnya.

Tsamara sendiri pernah menikah tapi perjalanan keluarganya kandas. Kabar status pernikahan ini sempat menjadi perhatian publik karena politisi muda yang tengah naik daun itu dianggap menyembunyikan status pernikahannya.

Direktur Keuangan PT Bukaka Teknik Utama, Sofia Balfas, mengakui masalah yang sama. Ia sudah bertekad untuk membangun rumah tangga dengan sesama Handhrami. Ia sempat kesusahan mencari jodoh tapi tekad ini kesampaian dan keluarganya dikelola dengan cara tradisional.

Sedangkan perempuan keturunan Hadhrami lain, Rayya Makarim, tak mau ambil pusing dengan jodoh dan pernikahan. Penulis naskah film Pasir Berbisik dan Jermal ini dididik oleh keluarga Hadhrami yang terbuka. Ia lahir di Amerika Serikat, sempat mengenyam pendidikan di Indonesia dan Australia. "Perkawinan itu bikin pusing," ujarnya.




(ayo/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed