Salah Nama Penyebab Eks Dirut Jamsostek Lolos dari Cekal

Salah Nama Penyebab Eks Dirut Jamsostek Lolos dari Cekal

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 15:47 WIB
Jakarta - Gara-gara salah nama, tanggal lahir dan alamat, eks Direktur Utama Jamsostek Achmad Djunaedi lolos dari pencekalan petugas Imigrasi. Tersangka korupsi ini kini menjalani ibadah umroh.Surat pencekalan Dirut Jamsostek dari Kejaksaan Agung diterima Ditjen Imigrasi Depkum dan HAM pada 4 Juli 2005 malam. Sedangkan Achmad Djunaedi terbang umroh pada 5 Juli.Ditjen Imigrasi langsung bergerak cepat. Berita pencekalan itu pun disebar kepada kepala Imigrasi se-Indonesia. Tak hanya itu, khusus untuk bandara internasional dan domestik, daftar nama yang dicekal dimasukkan ke dalam komputer.Apesnya, terjadi kesalahan dalam penulisan nama. Dalam surat itu, nama yang tercantum Ahmad Junaedi. Tempat dan tanggal lahir, Lubuklinggau 12 Juni 1945. Alamat, Jalan Bacang, 2/8 Mayestik, Jakarta Selatan. Data-data itulah yang dikantongi petugas Imigrasi di Bandara Cengkareng. Mereka langsung memeriksa setiap identitas penumpang pesawat. Petugas Imigrasi di Cengkareng menerima paspor secara kolektif jamaah yang akan menunaikan umroh. Salah satunya, Achmad Djunaedi.Pada paspor tertulis nama Achmad Djunaedi. Tempat dan tanggal lahir Lahat, 12 Juni 1943. Alamat, Jalan Rambutan, Jakarta selatan."Jadi nama yang di paspor persis sama dengan di KTP. Ketika dicek ke komputer tidak muncul karena namanya beda dan tempat dan tanggal lahir berbeda. Jadi ya tidak cocok dan petugas saya meloloskan. Ini human error," urai Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin di Departemen Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2005).Hamid menilai petugas Imigrasi kurang cerdas. "Seharusnya mereka kreatif cari kombinasi nama Achmad tersebut. Kalau memang menggunakan ch nggak muncul ya coba pake Ahmad biasa seperti orang Indonesia kebanyakan," urai dia.Mantan anggota KPU ini juga menyesalkan penyerahan paspor yang dilakukan secara kolektif. "Seharusnya paspor diserahkan pada masing-masing calon jamaah umroh," tukas Hamid. (aan/)


Berita Terkait