DetikNews
Kamis 26 April 2018, 23:01 WIB

Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIP

Danu Damarjati - detikNews
Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIP Kandidat capres petahana, Jokowi, belum memastikan cawapresnya. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Sejumlah nama masuk daftar kandidat calon wakil presiden untuk Joko Widodo (Jokowi) dari PDIP. Di antara mereka, siapa yang paling kuat dari segi elektabilitas? Bagaimana pula persaingan dengan kandidat partai lain?

"Termasuk Bu Susi, Pak Mahfud, Pak Jimly Asshiddiqie, Pak Budi Gunawan, dan sebagainya. Semua terbuka," kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2018).



Sebelumnya, Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun juga mengungkap Puan Maharani diwacanakan menjadi cawapres Jokowi. Anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDIP, Arteria Dahlan, menyebut sejumlah nama kandidat cawapres untuk Jokowi, yakni Sri Mulyani, Susi, dan Mahfud MD.

Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIPSusi Pudjiastuti (Ari Saputra/detikcom)


Sebagaimana diketahui, Susi Pudjiastuti adalah Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet Jokowi saat ini, Jimly Asshiddiqie adalah mantan Ketua MK dan mantan Ketua DKPP, Budi Gunawan adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Puan Maharani adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Sri Mulyani Indrawati adalah Menteri Keuangan.

Sejumlah survei telah merekam kekuatan elektabilitas mereka. Survei soal Pilpres 2019 telah menyebut nama-nama mereka sejak akhir 2017 lalu. Berikut ini enam survei yang ada:

1. Indikator Politik

Survei Indikator Politik Indonesia, 11 Oktober 2017, memaparkan elektabilitas cawapres untuk Jokowi. Berturut-turut ditempati Ahok 16%, Gatot 19%, Ridwan Kamil 8%, barulah ada nama Sri Mulyani yang mendapat 7% di urutan selanjutnya, disusul Mahfud MD yang mendapat 3%. Ketika dikerucutkan menjadi delapan nama, muncul nama Puan Maharani dengan raihan 2% suara responden.



Uniknya, saat dikerucutkan menjadi tiga nama cawapres saja, Sri Mulyani katut. Bukan hanya katut, tapi juga menempati urutan kedua. Gatot di urutan pertama dengan raihan 25%, Sri Mulyani 24%, dan Tito Karnavian 12%.

2. PolMark Indonesia

Survei PolMark Indonesia yang diumumkan pada 18 Desember 2017 mensimulasikan pasangan Jokowi-Sri Mulyani mendapat 3,2%, Jokowi-Puan Maharani mendapat 2,5%, dan Jokowi-Budi Gunawan hanya meraih 0,5% dari 2.600 responden yang memilih. Survei ini dipuncaki oleh simulasi Jokowi-Prabowo dengan raihan 14,1%, disusul Jokowi-Anies Baswedan 11%, Jokowi-Gatot 10,9%, dan Jokowi-AHY 6,8%.

Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIPMahfud MD (Edzan Raharjo/detikcom)


3. Poltracking Indonesia

Pada 26 November 2017, Poltracking Indonesia merilis survei. Hampir semua nama yang masuk bursa cawapres PDIP di atas masuk di survei ini. Namun mereka tak kuasa melawan elektabilitas Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di survei Poltracking soal cawapres untuk Jokowi ini, Gatot mendapat 16,4%, AHY 16,0%, Sri Mulyani 4,3%, Budi Gunawan 2,3%, Puan Maharani 2,0%, Muhammad Zainul Majdi 1,3%, Budi Waseso 0,9%, dan yang tidak menjawab sebesar 56,8%.


Nama Susi Pudjiastuti baru muncul dalam 30 nama yang diajukan responden di survei ini. Dia mendapatkan 2,4% alias terpaut lumayan jauh dari pemuncak, yakni Gatot (8,3%), AHY (7,7%), Basuki Tjahaja Purnama (7,3%), Anies Baswedan (6,5%), Ridwan Kamil (5,2%), Wiranto (4,3%), dan Aburizal Bakrie (3,2%).

Bahkan nama Mahfud, Susi, Sri Mulyani, dan Puan tak hanya masuk bursa cawapres, tapi juga bursa capres. Nama mereka muncul di 30 besar top of mind (puncak pikiran) survei capres yang dilakukan Poltracking rilisan 18 Februari 2018. Mahfud MD menjadi yang tertinggi di antara mereka karena meraih 0,5%, disusul Susi 0,3%, Sri Mulyani 0,1%, dan Puan juga 0,1%.



Mahfud, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Budi Gunawan, dan Puan masuk menjadi top of mind survei cawapres Poltracking rilisan 18 Februari 2018. Namun mereka masih kalah oleh JK, Gatot, Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, dan AHY.

4. Median

Media Survei Nasional (Median) menerbitkan hasil surveinya pada 16 April 2018. Mahfud MD masuk peringkat cawapres nomor 10 alias paling buncit dengan raihan 2,3%, masih kalah dari nomor satu, yakni Anies Baswedan 6,2%, disusul Gatot 5,4% di urutan kedua, dan ada Prabowo Subianto di urutan ketiga dengan raihan 4,9%. Selanjutnya ada Muhaimin Iskandar, AHY, WIranto, Hary Tanoesoedibjo, Anis Matta, dan TGB Zainul Majdi.



Dalam survei capres yang diadakan Median, ada 24 nama yang terjaring. Nama Puan Maharani nangkring di urutan ke-14 (0,7%), Mahfud MD di urutan ke-17 (0,5%), dan Susi Pudjiastuti di urutan ke-21 (0,2%).

Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIPJimly Asshiddiqie (Ari Saputra/detikcom)


5. Cyrus

Survei Cyrus soal cawapres Jokowi yang diumumkan pada 19 April 2018 menyebut nama Susi, Mahfud, Sri Mulyani, Puan, Budi Gunawan, dan Jimly Assiddhiqie. Nama-nama cawapres yang ditakar PDIP itu bukanlah juara di survei ini. Yang jadi juara di sini adalah AHY dengan raihan 15% suara responden, Gatot 10%, dan Prabowo Subianto 9,1%.

Susi baru terlihat di urutan nomor 6 dengan raihan 4,9%, disusul Mahfud di nomor 7 dengan raihan 4,8%, Sri Mulyani di ranking kedelapan dengan raihan 4%, Puan Maharani di nomor 10 mendapat 2,8%, Budi Gunawan di nomor 17 memperoleh 0,7%, dan Jimly ada di urutan paling buncit, nomor 20, dengan raihan 0,2%.

Seberapa Kuat Bursa Cawapres Jokowi dari PDIPBudi Gunawan (Ari Saputra/detikcom)


6. Litbang Kompas

Teranyar, ada Litbang Kompas yang terbit pada 24 April 2018. Responden disurvei soal cawapres yang cocok untuk Jokowi. Elektabilitas para cawapres dari PDIP itu terekam, tapi tentu saja belum ada yang menempati urutan pertama.

Urutan pertama ada JK yang meraih 15,7%, disusul Prabowo dengan 8,8%, nomor 3 ada Gatot dengan 5,3% suara responden, barulah nomor 4 ada Susi yang meraih 4,8%. Disusul di urutan kelima ada Mahfud MD 3,8%, Wiranto 3,2%, AHY 3,1%, Sri Mulyani 2,8%, Tri Rismaharini 2,7%, dan Anies Baswedan 1,9%.


Demikian hasil-hasil survei yang menyebut para cawapres yang ditakar PDIP saat ini. Survei tersebut menggambarkan kekuatan bursa cawapres PDIP yang disediakan untuk capres Jokowi. Tak ada satu pun nama yang disebut PDIP merajai satu survei soal cawapres. Namun politik itu serba mungkin. Apakah elektabilitas para cawapres PDIP itu bisa meningkat?
(dnu/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed