Usai Diperiksa KPK soal e-KTP, Ketua Harian Golkar Jateng Kabur

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 26 Apr 2018 20:48 WIB
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono tak banyak bicara soal pemeriksaannya oleh KPK. Dia langsung kabur setelah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

"Nggak, nggak ada. Besok saja," ujar Iqbal saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).

Iqbal langsung buru-buru menghindari wartawan dan berlari ke arah Hotel Kuningan. Dia diperiksa sejak pukul 14.00 WIB untuk mendalami dugaan aliran duit dari proyek e-KTP.

"Pemeriksaan dilakukan sejak sekitar pukul 14.00 WIB siang ini di kantor KPK. Ada informasi baru yang perlu didalami penyidik terhadap saksi. Dikonfirmasi tentang dugaan aliran dana terkait e-KTP," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.


Dalam kasus ini, Irvanto, yang merupakan keponakan Setya Novanto, diduga sejak awal mengikuti proses tender e-KTP dengan perusahaannya, PT Murakabi Sejahtera, serta mengikuti beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati. KPK menyebutkan, walaupun perusahaannya kalah, Irvanto menjadi perwakilan Novanto.

Irvanto juga diduga telah mengetahui ada permintaan fee 5 persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran e-KTP. KPK menduga Irvanto kemudian menerima uang sejumlah total USD 3,5 juta. Uang itu diperuntukkan buat Novanto.


Selain Irvanto, pada saat bersamaan, KPK juga mengumumkan orang dekat Novanto, Made Oka Masagung, sebagai tersangka. Peran Made Oka juga diduga sebagai pihak yang menjadi penampung dana untuk Novanto senilai total USD 3,8 juta.

Irvanto dijerat Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tipikor No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (haf/ams)