DetikNews
Kamis 26 April 2018, 18:38 WIB

PPP: Justru Fadli Zon Panik Dengar Jokowi Silaturahmi dengan PKS

Tsarina Maharani - detikNews
PPP: Justru Fadli Zon Panik Dengar Jokowi Silaturahmi dengan PKS Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut Presiden Joko Widodo panik menyusul pengakuannya bertemu dengan PKS. PPP, sebagai partai pengusung Jokowi, justru menilai Fadli-lah yang panik karena PKS belum juga mendeklarasikan koalisi resmi ke Gerindra.

"Justru sebaliknya malah, kami melihat Fadli Zon yang panik mendengar PKS silaturahmi dengan Jokowi, karena sampai sekarang PKS juga belum memastikan koalisi dengan Gerindra," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan, Kamis (26/4/2018).


Menurut Awiek, pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu juga menjadi pemicu kepanikan Fadli. Namun, dia menyebut, Fadli tak perlu khawatir terhadap pertemuan-pertemuan itu. Sebab, duet Jokowi dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto masih terbuka lebar.

"Justru Fadli Zon panik ditambah ada elemen PA 212 yang bertemu Jokowi, maka kepanikan dari Fadli Zon makin terlihat. Dalam politik, tak usahlah panik segitunya, toh peluang duet Jokowi-Prabowo masih belum tertutup," sebut anggota DPR yang duduk di Komisi II itu.

"Kalau tidak tertarik dengan duet Jokowi-Prabowo, ya lebih baik Fadli Zon segera memastikan koalisinya, bukan malah panik dengan menuding pihak lain panik," imbuh Awiek.


Diberitakan sebelumnya, Fadli Zon menilai pertemuan dengan PKS dilakukan Jokowi karena Presiden RI itu tengah panik. Wakil Ketua DPR tersebut juga yakin PKS tak akan tertarik mengusung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Jelaslah itu kepanikan pada Pak Prabowo karena yang bisa melakukan political challenge sekarang ini sebagai capres itu yang tertinggi Pak Prabowo. Jadi sangat wajar ada kekhawatiran seperti itu," ujar Fadli, Kamis (26/4).

"Tapi kami yakin rekan-rekan PKS bersama-sama berjuang untuk merebut kekuasaan secara damai dan konstitusional melalui pemilu dan menggunakan kekuasaan itu untuk memperbaiki keadaan yang semakin kacau," imbuhnya.


Pengakuan Jokowi soal pertemuan dengan PKS disampaikan dalam acara Mata Najwa 'Eksklusif: Kartu Politik Jokowi', yang disiarkan di Trans7, Rabu (25/4). Bahkan pertemuan dengan PKS, menurutnya, bukan hanya sekali.

"Dengan PKS pun secara tertutup saya juga bertemu sekali-dua kali. Ya namanya dengan partai, ya, bicaranya mesti politik kan. Masak dengan partai bicara ekonomi, lebih banyak bicara politik," beber Jokowi.

"Dan politik itu yang paling dekat sekarang ini ya mesti pilpres, saya ngomong blak-blakan saja, kalau nggak ya bohong, kan," katanya.
(tsa/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed