DetikNews
Kamis 26 April 2018, 17:35 WIB

Samson Mati, Badak Jawa di Ujung Kulon Tinggal 68 Ekor

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Samson Mati, Badak Jawa di Ujung Kulon Tinggal 68 Ekor Foto: dok. Balai TNUK
Cilegon - Badak Jawa bernama Samson tewas di Pantai Ujung Kulon. Alhasil, populasi badak Jawa tinggal 68 ekor.

Pada 2017, dalam monitoring populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), terdata 67 individu. Namun, pada Februari 2018, kamera tersembunyi milik taman nasional menemukan kelahiran dua individu baru. Dikurangi kematian badak bernama Samson, saat ini hanya ada 68 badak yang tersisa di ujung Pulau Jawa tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Mamat Rahmat mengatakan kelahiran badak bercula satu ini dari indukan bernama Puri dengan identitas ID 013.2011 ditemukan di Blok Rorah Bogo. Sedangkan satu lagi dari indukan bernama Dewi dengan identitas ID.004.2011 ditemukan di Blok Cikeusik.

Kedua anakan ini belum diberi nama karena jenis kelaminnya belum teridentifikasi.

"Belum diberi nama. Kami masih memperdalam analisis hasil videonya. Kita perlu video posisi alat kelamin untuk menentukan nama. Setelah itu, kita usulkan ke Dirjen," kata Mamat kepada detikcom di Pandeglang, Banten, Kamis (26/4/2018).

Karena anak badak itu belum diberi nama, pihak balai memberikan identitas untuk masing-masing badak ini: ID 073.2018 untuk anakan dari Puri dan ID 074.2018 untuk anakan dari Dewi. Ia mengatakan, di samping berita duka kematian seekor badak, kelahiran dua anakan ini merupakan kabar gembira bagi pihak TNUK.

"Dengan kematian Samson dan kelahiran dua ekor anak badak, angka minimum populasi badak di Ujung Kulon menjadi 68 individu," pungkasnya.

Saat ditemukan pada Senin (23/4), di tubuh badak Jawa bernama Samson tidak ditemukan bekas perburuan. Ia tewas diduga karena faktor usia. Namun, untuk memastikan penyebabnya, tim dari IPB dan WWF Ujung Kulon telah mengambil sampel usus, jantung, dan hati.

Badak Jawa sendiri merupakan spesis yang masuk Apendiks 1 Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (Cites). Jumlahnya sangat sedikit dan sangat dikhawatirkan terjadi kepunahan dari alam. Untuk melindungi jenis spesies ini, pemerintah melakukan perlindungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan Satwa Liar.

[Gambas:Video 20detik]


(bri/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed