Dengan Wajah Muram & Takut, Warga London Kembali Bekerja

Dengan Wajah Muram & Takut, Warga London Kembali Bekerja

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 14:42 WIB
Jakarta - Tragedi memang selalu menyisakan duka dan trauma. Namun bagaimana pun juga, hidup harus berlanjut. Begitulah yang dilakukan penduduk London, Inggris yang masih terhenyak akan ledakan bom yang mengguncang kota mereka.Dengan wajah muram dan sedikit takut, warga London kembali menggunakan kereta bawah dan bus untuk mencapai tempat tujuan mereka. Meski merasa khawatir akan terulangnya kejadian serupa, para komuter itu mengaku tidak punya pilihan lain."Saya takut, tapi apa yang bisa lakukan?" tanya Raj Varatharaj (32) yang setiap harinya menggunakan stasiun bawah tanah untuk mencapai tempat kerjanya. "Ini cara paling cepat bagi saya untuk mencapai tempat kerja," imbuhnya. Namun banyak pula yang masih merasa takut menggunakan transportasi umum menyusul serangan paling mematikan di London sejak Perang Dunia II itu. "Biasanya, saya naik bus, tapi hari ini saya naik taksi. Saya agak takut," ungkap Aldona Mosjko, seorang manajer toko.Sejumlah stasiun subway mulai beroperasi kembali antara pukul 05.20 dan 05.30, Jumat (8/7/2005) waktu setempat. Meskipun keterlambatan masih akan terjadi karena adanya rute-rute bawah tanah yang masih ditutup.Sekitar 3 juta dari total 8 juta penduduk London sangat bergantung pada jaringan tranportasi umum bawah tanah. Akibat penutupan jaringan sesaat setelah ledakan bom pada Kamis (7/7/2005) kemarin, ribuan orang terpaksa berjalan kaki atau naik taksi.Saat musibah seperti ini, selalu ada hikmah yang muncul. "Orang-orang jadi lebih ramah," tutur seorang pekerja kantoran, Eric Procter, yang harus berjalan kaki cukup jauh menuju rumahnya."Sebelum ini, kalau Anda berjalan kaki, Anda sama sekali tak akan dapat senyuman. Sekarang, orang-orang saling menolong. Mereka akan menunjukkan arah jalan," imbuhnya. (ita/)


Berita Terkait