DetikNews
Kamis 26 April 2018, 14:36 WIB

PKS: Jokowi Bertemu Salim Segaf dan Sohibul Tawarkan Koalisi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PKS: Jokowi Bertemu Salim Segaf dan Sohibul Tawarkan Koalisi Almuzzammil Yusuf / Foto: dok. Istimewa
Jakarta - PKS membongkar isi pertemuan dengan Presiden Joko Widodo yang awalnya diceritakan Jokowi. PKS mengatakan, Jokowi bertemu dengan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Sohibul Iman.

"Pertemuan pimpinan PKS yang resmi itu biasanya dilakukan oleh Ketua Majelis Syuro Habib Salim atau Presiden PKS. Itu yang resmi. Untuk terkait Presiden Jokowi, benar bertemu dengan beliau. Habib Salim," ujar Ketua DPP PKS Al Muzzamil Yusuf kepada wartawan, Kamis (26/4/2018).



Ada dua kali pertemuan Jokowi dengan PKS yang disebut Muzzamil dilakukan secara informal. Selain dengan Salim, Muzzamil menyebut Jokowi dan Sohibul juga bertemu.

"Kalau tidak salah yang pertemuan informal dua kali. Yang saya tahu ya dari Presiden Partai dua kali. Memang pertemuan itu kepada semua partai. Baik Ustaz Salim atau Sohibul dan biasa saja dalam politik," tuturnya.

Muzzamil lalu membongkar isi pertemuan petinggi PKS dan Jokowi. Pertemuan itu disebut Muzzamil diketahui Partai Gerindra, rekan politik PKS.



"Ya tentu pembicaraan itu ke arah itu ada ya (ajakan koalisi). Tetapi PKS menyatakan memang kita dalam posisi oposisi dan kita memang sudah berbicara jauh dengan Gerindra tetapi kita membuka komunikasi dengan yang lain, Gerindra pun tahu," tutur dia.

"Kita dengan Gerindra terbuka. Gerindra ketemu siapa, kita ketemu siapa tidak ada dusta di antara kita. Kita sama-sama pegang komitmen. Jadi dengan Pak Jokowi juga begitu, dan Ustaz Salim menegaskan dalam oposisi. Sikap kita kritis konstruktif, apa yang memang baik dari presiden kita akan suarakan tapi apa yang kurang baik memang kita akan kritisi," katanya.

Muzzamil menegaskan PKS menolak tawaran dari Jokowi. Maka dari itu, PKS ingin mengganti presiden.

"Ya ada ajakan itu, tetapi kita menyatakan sejauh ini karena dalam posisi oposisi, di dalam kabinet juga kita tetap tidak mau masuk. Maka ke depan kita mau bikin capres alternatif," tegas dia.



(gbr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed