Lampu Monas Jadi Korban Penghematan BBM
Jumat, 08 Jul 2005 14:12 WIB
Jakarta -
Lampu Monas yang terang benderang di malam hari sebentar lagi tidak bisa dinikmati. Demi penghematan, Pemprov DKI akan mematikan sebagian lampu yang memantulkan kilauan emas di tugu itu."Lampu Monas akan jadi korban berikutnya. Itu pasti, apa boleh buat," ungkap Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (8/7/2005). Namun pemadaman lampu monas dan lampu-lampu taman di seputar silang Monas, lanjut Sutiyoso, tidak akan dilakukan seluruhnya tapi hanya sebagian. Mekanisme pemadaman lampu ini masih akan dikaji lagi oleh Pemprov DKI.Pemadaman sebagian lampu Monas ini merupakan hasil rapat tentang BBM di Kantor Wapres, Kamis (7/7/2005). Sebetulnya, kata Sutiyoso, dalam rapat itu untuk menghemat BBM, pemerintah sempat mengusulkan agar jam 3 in 1 ditambah, namun dia menolak usulan itu. "Itu tidak bisa kecuali jaringan transportasi makro sudah ada," katanya. Pemerintah beralasan dengan ditambahnya jam 3 in 1, maka jumlah kendaraan akan berkurang sehingga membantu mengurangi konsumsi BBM. Kebijakan 3 in 1 selama ini adalah pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.30-19.00 WIB.Saat ini di sejumlah daerah di Indonesia, harga BBM sudah tidak masuk akal lagi. Di Kupang, misalnya. Harga BBM di sana mencapai Rp 15.000/liter di tingkat pengecer. Untuk mengatasi kelangkaan BBM ini, Presiden SBY lalu mengeluarkan imbauan hemat BBM.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































