Seorang Warga Belanda Tertembak di Aceh
Jumat, 08 Jul 2005 13:57 WIB
Medan - Kasus penembakan terhadap warga asing kembali terjadi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kali ini yang menjadi korban adalah seorang mahasiswi asal Belanda bernama Marije Mellegers (24). Ia tertembak di Desa Krue Kluet, Kota Fajar, Aceh Selatan.Peristiwa naas ini terjadi pada Kamis, 7 Juli 2005, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Marije bersama rombongan dari Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), sebuah LSM di Medan, menumpangi sebuah mobil Toyota Kijang. Mereka dalam perjalanan dari Meulaboh menuju Medan.Sampai di Desa Krue Kluet , Kota Fajar, Aceh Selatan, mobil yang mereka kendarai diberondong tembakan. Lokasi persisnya, satu kilometer dari pos pemeriksaan polisi Tapak Tuan. Salah seorang kawan Marije yang selamat dari tembakan, Azmiati Zuliati, menuturkan, mereka berdua berencana kembali ke Medan dari Meulaboh. Namun sampai di lokasi, mobilnya diberondong tembakan dari arah kanan. "Saya mendangar sekitar 15 tembakan," katanya.Marije yang duduk di sebelah sopir terkena tembakan. Dua buah peluru menembus dinding mobil dan mengenai paha kanannya. Ia segera dievakuasi ke RSU Kuta Fajar. Hari ini, Jumat (8/7/2005), Marije dievakuasi ke Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Marije tiba di Medan pukul 12.30 WIB, setelah dievakuasi dari Tapak Tuan dengan menggunakan pesawat Sabang Merauke Air Carter (SMAC). Sampai di Medan, Marije langsung dilarikan ke RS Internasional Gleneagles.Menurut Azmiati, Marije adalah seorang mahasiswa Belanda yang tengah melakukan penelitian lapangan di PKPA . Kemudian dalam program PKPA di Aceh, ia diikutkan. Setelah selesai melakukan penelitian lapangan, Marije kembali ke Medan. Namun karena tidak ada pesawat dari Meulaboh, Marije terpaksa lewat jalan darat.
(jon/)











































