Muhaimin Minta BURT DPR Tunda Studi Banding ke Korsel
Jumat, 08 Jul 2005 13:53 WIB
Jakarta - Studi banding Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke Korea Selatan (Korsel) dan Thailand menuai kritik. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar meminta rencana itu ditunda."Waktunya tidak tepat. Selain mengundang kritik, masyarakat kita sedang dilanda busung lapar, penyakit dan pengangguran," kata Muhaimin di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/7/2005).Politisi PKB ini menilai studi banding parlemen ke luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggota dewan memang diperlukan. "Yang penting timing harus disesuaikan dengan kondisi keuangan negara dan kondisi masyarakat," tukas Muhaimin.Sebanyak 30 anggota BURT DPR akan mengadakan studi banding ke Korsel dan Thailand awal Agustus 2005. Kedua negara dipilih karena dinilai telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan politik yang diprediksikan menjadi macan Asia.Dari 30 anggota BURT yang studi banding, 15 orang ke Korsel dan 15 ke Thailand. BURT juga merencanakan studi banding ke Filipina, Mesir, dan Malaysia. Namun, studi banding ke ketiga negara itu belum ditentukan waktunya. Hal ini disebabkan negara yang dituju masih belum memberikan persetujuan terhadap rencana itu.
(aan/)











































