Jelang May Day, Massa Buruh Datangi JICT

Eva Savitri - detikNews
Kamis, 26 Apr 2018 12:40 WIB
Foto: Eva Savitri/detikcom
Foto: Eva Savitri/detikcom
Jakarta - Jelang may day, massa pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) melakukan aksi di di depan gedung JICT. Mereka menuntut kesejahteraan pekerja yang mengalami penurunan.

Pantuan detikcom pukul 10.50 WIB ratusan pekerja mulai berkumpul di depan lobi JICT Jalan Sulawesi, Koja, Jakarta Utara. Terdapat 300 pekerja JICT yang hadir dalam aksi ini.

"Kita kumpulkan ada 300 pekerja ya," ujar Sekjen Serikat Pekerja JICT, Firmansyah di lokasi, Kamis (26/4/2018).

Massa hendak menemui direksi untuk mempertanyakan kesejahteraan mereka. Firmansyah mengatakan perpanjangan kontrak antara Pelindo II dengan Hutchison sudah berjalan. Namun, konsesi diantara dua pihak tersebut belum dilakukan.

"Mempertanyakan efektivitas perpanjangan kontrak amandemen JICT antara Hutchinson Holding dengan PT Pelindo II. Izin konsesi tidak dipenuhi tapi kontrak dijalankan, jadi ini kontrak dulu baru konsesi dijalankan," ujarnya.


Ketua umum serikat pekerja JICT Mazris Malsyah mengatakan perpanjangan kontrak tersebut sudah berjalan efektif. Hal itu diperkuat dengan berubahnya jajaran direksi JICT.

"Ini saya melihat bahwa perpanjangan kontrak ini sudah berlaku efektif karena faktanya menjelaskan bahwa adanya pemotongan pembayaran rental sejak tahun 2015 kemudian juga adanya perubahan konsesi saham dari Pelindo II ke Hutchison, ketiga adanya perubahan direksi dan komisaris," tambahnya.

Hazris Malsyah juga mengatakan hal itu berpengaruh dengan penurunan kesejahteraan masyarakat. Namun pihaknya enggan menjelaskan secara rinci hak-hak yang belum terpenuhi.

"Ya banyak lah pokonya hampir seluruh kesejahteraan menurun, hampir dikatakan 90 persen menurun," ucapnya.

Selain penurunan hak tersebut, jelas Hazris efisiensi keselamatan kerja juga mengalami penurunan. Terutama alat kerja yang dominan dikuasai Hutchison.

"Penurunan keselamatan kerja juga terjadi. Kita ketahui bahwa 18 bulan terakhir ini sudah diketahui ada 4 korban kecelakaan kerja sampai meninggal dunia, ditambah lagi dua minggu lalu kecelakan terjadi mengakibatkan luka parah di kepala seseorang ,dan semalam saya dengar informasi ada kejadian lagi dan meninggal di Blok LL," ujarnya.

Namun sayangnya alam aksi ini, para pekerja tidak berhasil bertemu dengan pihak direksi. Hazris mengatakan jika tuntutan mereka terus dihiraukan, pihaknya akan melakukan aksi secara industrial.

"Bentuknya indutrial tersebut kami pastikan akan mogok kerja tapi tanggalnya kami belum tahu," ujarnya.

Aksi penyampaian pendapat massa tidak berlangsung lama, karena direksi tidak menemui mereka. Massa pun membubarkan diri pada pukul 11.15 WIB.


(mea/mea)