WN Australia Merasa Beruntung, Luput dari Bom London & Bali

WN Australia Merasa Beruntung, Luput dari Bom London & Bali

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 12:58 WIB
Jakarta - Ledakan bom di London, Inggris menimbulkan kengerian bagi para korbannya. Terlebih bagi pria Australia ini. Kejadian tersebut membuka kembali ingatannya akan tragedi bom Bali, tiga tahun lampau.Trent Mongan nyaris menjadi korban dalam pengeboman di London, Kamis (7/7/2005) kemarin. Ia sungguh beruntung. Lelaki berusia 31 tahun itu baru saja keluar dari stasiun kereta api bawah tanah King Cross di London, ketika tiba-tiba saja duaaarrrr... bom meledak di sana. Sekitar 21 orang tewas seketika.Dituturkan Mongan, peristiwa ini memiliki banyak kemiripan dengan bom Bali pada Oktober 2002 yang menewaskan ratusan jiwa. Suasananya benar-benar kacau dan mengerikan. "Awalnya kami cuma dengar suara yang sangat keras. Kami melihat asap sebelum kemudian kami lihat orang-orang, kami dengar jeritan," ujar Mongan, paramedis Angkatan Darat Australia yang sedang berlibur di London. "Orang-orang terbakar, semua rambut mereka, dan banyak orang yang tangannya terluka," ungkapnya seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Jumat (8/7/2005). Menurut Mongan yang selamat dari serangan bom Bali, apa yang dilihatnya di London sama seperti yang disaksikannya di Sari Club tahun 2002. "Seorang ibu kehilangan sebagian tangannya, ada pria yang kehilangan sebagian wajahnya. Ini luka-luka yang sangat, sangat serupa dengan yang terjadi di Sari Club," ujar WN Australia itu.Mongan merasa sangat beruntung karena dirinya telah dua kali luput dari serangan teroris. "Saya pikir saya orang yang sangat beruntung," katanya. Bahkan dengan serius, ia berujar bahwa orang-orang yang ingin berlibur seharusnya mengajak dirinya karena mereka akan selamat."Jika Anda akan pergi berlibur, sebaiknya Anda pergi bersama saya, karena Anda akan selamat," cetusnya. (ita/)


Berita Terkait