DetikNews
Rabu 25 April 2018, 23:39 WIB

Politikus PDIP yang Bertemu Rizieq: Novel Bamukmin Ngawur!

Danu Damarjati - detikNews
Politikus PDIP yang Bertemu Rizieq: Novel Bamukmin Ngawur! Pertemuan Rizieq Syihab dengan politikus PDIP Erwin Moeslimin. (Dok. Pribadi Erwin Moeslimin)
Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah mengungkapkan hasil pertemuan Habib Rizieq Syihab dengan politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru di Mekah. Namun Erwin kini membantah keterangan PA 212 itu.

"Apa yang disampaikan oleh Saudara Novel itu sepenuhnya ngawur, tidak sesuai dengan realitas yang ada, dan sama sekali tak menggambarkan suasana silaturahmi yang berjalan dalam suasana hangat serta positif,'' kata Erwin lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (25/4/2018).



Novel yang disebut Erwin adalah Humas PA 212 Novel Bamukmin. Dialah yang mengungkap lima poin pesan Rizieq untuk PDIP sebagai hasil pertemuan dengan Rizieq pada Minggu (22/4) malam.

Lima pesan Rizieq yang disebut Novel adalah agar PDIP bersih dari unsur komunisme, melepaskan diri dari neoliberalisme dan misionaris jahat, bersikap proporsional dan adil terhadap umat Islam sebagai mayoritas, merevisi kebijakan yang anti-Islam, serta tidak memusuhi ulama.



"Pernyataan Novel itu menyesatkan. Apalagi Novel tidak ada dalam pertemuan saya dengan Habieb Rizieq," kata Erwin, yang juga anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP.

Erwin mengajak semua pihak tak terprovokasi oleh pernyataan Novel terkait pertemuannya dengan Rizieq di Tanah Suci. Erwin juga mempertanyakan kompetensi Novel.



''Sepanjang yang saya dengar, Novel Bamukmin sudah dipecat dari FPI, tak lagi berhubungan dengan Habib Rizieq, dan pertemuan kami di Mekah itu tak pula ada hubungannya dengan PA 212,'' kata Erwin.

Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDIP itu mempertanyakan pula ketulusan Novel dalam memelihara persatuan Indonesia. "Saya jadi bertanya-tanya, apakah Novel termasuk orang yang tidak ingin melihat bangsa Indonesia itu bersatu dan kuat?" kata dia.



Erwin mengakui pertemuan itu bukan merupakan pelaksanaan perintah partainya. Pertemuan itu merupakan inisiatif pribadinya. Namun Erwin mengaku sudah mendiskusikan dengan kolega separtai sebelum pertemuan dengan Rizieq dilakukan. Menurutnya, Rizieq merupakan salah satu tokoh politik yang perlu diajak bersilaturahmi.

"Habib Rizieq adalah faktor politik yang tak bisa dikesampingkan," ujar Erwin.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed