Wapres Minta Maaf BBM Langka

Tutup Muktamar Muhammadiyah

Wapres Minta Maaf BBM Langka

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 11:42 WIB
Malang - Muktamar Muhammadiyah ke-45 usai sudah. Forum tertinggi di organisasi massa terbesar kedua di Indonesia ini ditutup Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla. Saat menutup muktamar, Wapres meminta maaf atas kelangkaan BBM.Penutupan muktamar digelar di Basement UMM Dome, kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl. Tologamas, Malang, Jumat (8/7/2005) pukul 09.00 WIB. Wapres Kalla didampingi sejumlah menteri, antara lain Menko Kesra Alwi Shihab, Menkes Siti Fadillah Supari, Meneg BUMN Sugiharto, dan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Hadir juga dalam acara penutupan ini, mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, para tokoh Muhammadiyah, dan sejumlah tamu undangan. Saat memberikan sambutan penutupan, Wapres meminta maaf kepada seluruh warga Muhammadiyah atas kelangkaan BBM. Namun, Wapres meminta agar masyarakat tidak menyalahkan pemerintah atas hal kelangkaan BBM ini. Dengan melambungnya harga minyak dunia, maka kini masyarakat memang tidak bisa menikmati kehidupan yang murah. "Apabila ingin menikmati kehidupan yang murah, pemerintah dan negara harus mensubsidi sebesar Rp 135 triliun pada tahun ini," kata Wapres. Subsidi BBM ini, menurut Wapres, naik 27 persen dibanding tahun. "Ini tidak mungkin dilakukan negara miskin, seperti Indonesia," jelas dia.Karena itu, Wapres meminta kepada masyarakat, khususnya seluruh warga Muhammadiyah untuk bersama-sama memajukan bangsa ini. Penghematan BBM dan energi juga diminta Wapres dalam penutupan muktamar ini. Din Suguhi Minum Wapres Saat memberikan sambutan, Wapres Kalla sempat batuk-batuk beberapa kali. Melihat hal ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berinisiatif mengambilkan air minum untuk Wapres. Din yang duduk di barisan depan menuju tempat duduk yang sebelumnya ditempati Wapres dan mengambil air minumnya. Selanjutnya, Din membawa air minum itu ke podium dan menyuguhkannya kepada Wapres. Tindakan spontanitas Din ini membuat muktamirin (peserta muktamar) bertepuk tangan. Penutupan muktamar yang sebelumnya terkesan serius berubah agak santai dan gaduh. Seusai memberikan sambutan, Wapres Kalla kemudian memukul gong sebagai tanda berakhirnya Muktamar Muhammadiyah ke-45 dan Muktamar Aisyiyah. Muktamar ini sebelumnya dibuka Presiden pada Minggu (3/7/2005). Dalam acara penutupan ini, panitia muktamar juga menyerahkan bantuan uang Rp 327 juta kepada Menkes Siti Fadillah Supari. Bantuan uang tersebut digunakan untuk membantu para penderita busung lapar dan gizi buruk. Setelah menutup muktamar, Wapres dan rombongan langsung menuju Jakarta. Di Jakarta, Wapres mendapat tugas selanjutnya, menjadi saksi pernikahan putra Presiden SBY, Agus Harrimurti Yudhoyono-Annisa Pohan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads