Gatot Nurmantyo Tunggu Takdir Tuhan untuk Nyapres

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 25 Apr 2018 20:22 WIB
Gatot Nurmantyo bersandar pada takdir Tuhan untuk keputusannya apakah maju dalam Pilpres 2019 atau tidak. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Gatot Nurmantyo mengaku menunggu takdir dan kehendak Tuhan terkait nasibnya sebagai capres pada Pilpres 2019. Gatot mengatakan hanya kuasa Tuhan yang dapat menentukan hal itu.

"Itu kuasa Tuhan. Tinggal bagaimana apakah saya cocok atau tidak. Saya sebut takdir, karena yang punya kuasa menunjukkan presiden 2019 itu adalah Allah SWT, agama pun keyakinannya seperti itu, apalagi saya," kata Gatot di Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).


Kendati demikian, Gatot mengaku siap mengabdi kepada negara jika rakyat menghendakinya. Ia juga menyatakan akan optimistis jika Tuhan menghendakinya maju pada Pilpres 2019.

"Saya kan di sini bicara optimisme, sedangkan saya punya hak yang sama dengan Anda semua, ada peluang dalil saya kalau republik ini menghendaki dan rakyat memanggil, saya harus optimis dong," tuturnya.

Gatot meyakini, meski saat ini ia belum memiliki kendaraan politik, jika Tuhan memberikan jalan, apa pun bisa terjadi. Karena itu, ia mengaku harus optimistis.

"Tapi ingat, Allah SWT itu membolak-balik hati itu semau-maunya aja kapan mau pasti terjadi, kun, pasti terjadi. Gitu yang buat saya optimis. Tapi bukan saya sombong yang menentukan Presiden RI 2019 maupun wapres adalah Tuhan YME, belum tentu saya. Makanya kalau terpilih presidennya, mari sama-sama dukung agar bangsa maju dan bangsa ini optimis," kata dia.


Saat ditanya apakah sudah ada partai politik yang mendekatinya, Gatot enggan membeberkan. Namun ia mengaku akan melakukan safari politik dan pembicaraan dengan parpol-parpol.

"Saya katakan, politik ini masih cair," ucapnya.

Seperti diketahui, nama Gatot digadang-gadang sebagai capres alternatif di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sejumlah lembaga survei pun menempatkan Gatot di posisi ketiga di bawah Jokowi dan Prabowo. (dhn/dhn)