DetikNews
Rabu 25 April 2018, 17:26 WIB

Cemburu, Motif Teman Mabuk Tabrak Diki hingga Tewas

Nur Azizah - detikNews
Cemburu, Motif Teman Mabuk Tabrak Diki hingga Tewas Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Kamsin (39) ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan teman mabuknya, Diki Paraninda (30), hanya karena dibakar api cemburu. Kamsin membunuh dengan modus menabrakkan mobil ke arah korban.

"Modus operandinya laka lantas. Tapi, setelah kami dalami, itu murni pembunuhan. Pelaku dengan sengaja menabrak korban," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Jakbar, Jakarta Barat, Rabu (25/4/2018).

Edi mengungkapkan Kamsin cemburu lantaran kekasihnya digoda korban. "Pelaku merasa cemburu karena pacarnya duduk dengan korban, terus disenggol-senggol oleh korban," lanjutnya.

Pembunuh Diki ditangkap polisiPembunuh Diki ditangkap polisi. (Nur Azizah/detikcom)



Peristiwa terjadi pada Kamis (19/4) dini hari. Saat itu korban dan pelaku bersama teman-teman setongkrongannya minum miras bareng di Jalan Kopi, Kecamatan Tambora, Jakbar.

"Pacar pelaku duduk di samping korban, dipanggil oleh pelaku tapi nggak mau. Setelah itu mereka bubar," sambungnya.

Mobil yang digunakan tersangka untuk menabrak korbanMobil yang digunakan tersangka untuk menabrak korban. (Nur Azizah/detikcom)

Korban saat itu naik motor Ninja, disusul temannya IM dan CK yang berboncengan motor Honda CB. Selanjutnya, tersangka bersama pacarnya naik mobil Suzuki Ignis, disusul temannya TS dan DD yang menumpang ojek.

Ketika melintas di Jalan Kopi, Kelurahan Roa Malaka, Tambora, korban dan teman-temannya berhenti di tengah jalan hingga menghalangi mobil pelaku. Korban kemudian ngegas motornya berulang-ulang hingga membuat tersangka marah.

Motor yang digunakan korban saat ditabrak pelakuMotor yang digunakan korban saat ditabrak pelaku. (Nur Azizah/detikcom)

"Selanjutnya tersangka menabrak dengan sengaja motor korban IM dan DP, sehingga mengakibatkan korban DP (Diki) jatuh terpental dan meninggal dunia," sambungnya.

Setelah menabrak korban, tersangka tidak memberikan pertolongan dan malah melarikan diri. Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata kejadian itu bukan murni kecelakaan lalu lintas, melainkan perbuatan yang disengaja.

Atas perbuatannya, Kamsin dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi menyita mobil dan dua unit motor dalam kejadian itu.
(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed