Pasca Bom London, AS Tingkatkan Level Siaga Teror
Jumat, 08 Jul 2005 10:45 WIB
Jakarta - Ledakan bom di London, Inggris, membuat negara-negara Barat khawatir, termasuk Amerika Serikat (AS). Negara adikuasa itu langsung menaikkan level siaga teror ke tingkat tinggi. Langkah ini dilakukan menyusul serangkaian serangan bom di London yang menewaskan sedikitnya 37 orang (sebelumnya diberitakan 40 orang) dan melukai 700 lainnya.Beberapa jam setelah peristiwa berdarah itu, AS langsung meningkatkan keamanan transportasi massal di negerinya. Pejabat Washington mengkhawatirkan serangan serupa bisa saja terjadi di negaranya.Demikian disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Michael Chertoff pada konferensi pers di Washington, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (8/7/2005)."Kami merasa bahwa setidaknya dalam jangka pendek ini, kami harus meningkatkan level siaga di sini karena tentu saja, kami khawatir akan kemungkinan serangan serupa," tutur petinggi AS itu.Dikatakan Chertoff, dia tidak punya informasi spesifik mengenai kemungkinan terjadinya serangan. Namun diingatkannya bahwa jaringan teroris al Qaeda masih tetap mengincar Eropa dan AS. Setidaknya dua warga AS termasuk di antara 700 orang yang mengalami luka-luka dalam pengeboman di London, Kamis (7/7/2005) kemarin. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai warga AS yang tewas dalam insiden itu.
(ita/)











































