DetikNews
Rabu 25 April 2018, 15:32 WIB

Eks Anggota DPR Ungkap Soal Pembahasan e-KTP Sempat Alot

Haris Fadhil - detikNews
Eks Anggota DPR Ungkap Soal Pembahasan e-KTP Sempat Alot Djamal Aziz (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan anggota DPR Djamal Aziz mengaku sempat ada salah satu pembahasan proyek e-KTP yang berlangsung penuh debat di DPR. Hal itu diungkapkan Djamal usai menjalani pemeriksaan di KPK.

"Saya itu terakhir ikut rapat SIAK (sistem administrasi kependudukan) itu tanggal 5 Mei 2010. Setelah itu, ada rapat lagi 11 Mei saya sudah nggak ada," kata Djamal memulai penjelasannya usai diperiksa di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).


Setelahnya ada beberapa rapat yang diakui Djamal tak diikutinya. Namun seingatnya rapat terakhir yang diikutinya yaitu pada 5 Mei tersebut ada pembahasan yang cukup alot.

"Waktu 5 Mei memang alot. Mereka (Dirjen Dukcapil) mau dilakukan pengecekan, mereka belum siap. Anggaran Rp 384 miliar. Itu saja. Perkara naik-naik saya nggak ada. Saya 18 Agustus 2010 sudah pindah," sambung Djamal.

Seingat Djamal, rapat saat itu dipimpin Ganjar Pranowo yang memang ketika peristiwa itu terjadi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR. "Kalau saya yang terakhir itu (mimpin rapat) Ganjar," ucapnya.


Namun, Djamal mengaku tak tahu secara persis kenapa pembahasan itu berlangsung alot. Menurutnya saat itu ada kesepakatan untuk mengecek pelaksanaan SIAK, namun pihak Dukcapil belum siap.

"Yang alot itu pak Ganjar 'kok tanya ke saya, mana saya ngerti'. Kalau waktu itu kesepakatan semua anggota komisi karena memang mau dilakukan pengecekan mereka belum siap mereka disuruh melaporkan apa kesiapan ini kalau Anda ini nanti mau lanjut. Mereka itu (maksudnya) Dukcapil," ujar Djamal.

Untuk pemeriksaan hari ini, Djamal sebelumnya disebut menjadi saksi untuk tersangka Markus Nari.
(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed