DetikNews
Selasa 24 April 2018, 21:41 WIB

Saat Moeldoko Pasang Badan buat Jokowi sampai Jawab Isu Cawapres

Niken Purnamasari - detikNews
Saat Moeldoko Pasang Badan buat Jokowi sampai Jawab Isu Cawapres Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bakal menjadi yang terdepan dalam mengamankan Jokowi dari pengganggu. Moeldoko juga menjawab isu panas soal masuknya nama dia di bursa cawapres Jokowi.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia di acara Prime News pada Senin (23/4/2018) malam, Moeldoko banyak bicara soal isu terkini, salah satunya isu panas menjelang Pilpres 2019.

Moeldoko meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk bekerja dengan tenang. Dia mengingatkan tidak boleh ada yang mengganggu Jokowi dengan hal tidak substansial.



"Tapi, kalau dia diganggu, saya harus maju," kata Moeldoko.

Moeldoko lantas bicara soal tantangan utama menjelang Pemilu 2019. Antara lain isu SARA yang dimainkan untuk memobilisasi massa. Ia menyebut Jokowi bisa menjadi sasaran empuk isu tersebut. Ia pun siap menghadapi semua tantangan itu.

"Saya ini prajurit, tidurnya di jalanan. Pada saat 1991 sampai 2001, saya di Jakarta tidur saya di jalanan. Saya punya naluri untuk itu tetap tinggi," ujar Moeldoko.

"Jangan sampai menggunakan isu SARA untuk memobilisasi massa, event dia menjadi presiden, isu itu akan memakan dirinya sendiri," ingat Moeldoko.



Ia menegaskan pemerintahan Jokowi tak antikritik. "Kritik-kritik itu justru menjadi pupuk agar kita ibarat tanaman supaya makin subur. Jadi prinsipnya pemerintah sekarang tidak begitu alergi terhadap kritik. Semua hal yang bersifat positif dalam rangka membangun negara ini ya kita terima dengan baik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga menegaskan pemerintah saat ini fokus pada program-program prorakyat. Presiden Jokowi, diterangkan Moeldoko, tak pernah menyinggung soal Pemilu 2019.



"Justru presiden menekankan kepada para pembantunya, kepada para menteri, untuk semakin sungguh-sungguh. Semuanya menyadari dengan bergabungnya para menteri dari parpol mungkin akan terganggu dengan program-program parpol, tetapi yang tidak boleh terjadi, presiden sangat menekankan pekerjaan-pekerjaan kementerian tidak boleh kendur atas dasar peristiwa politik yang kita hadapi ke depan," katanya.

Moeldoko lantas bicara bagaimana dirinya menyesuaikan diri dengan jabatan kepala staf kepresidenan. Moeldoko memimpin rapat staf kepresidenan dua kali sepekan untuk memastikan semua program presiden berjalan lancar. Nah, di pengujung, ia ditanya soal masuknya namanya di jajaran cawapres Jokowi versi sejumlah lembaga survei. Moeldoko menjawab dengan kalem.



"Wah nggak usah berpikir aneh-aneh kayak gitu. Saya ingin fokus kepada (tugas) dan ini sudah menjadi kebiasaan saya di mana saya kerja di situ saya fokus. Silakan survei-survei silakan, tapi bagi saya yang lebih penting bagaimana memberikan kontribusi kepada pemerintah, kepada negara, sehingga kehadiran saya ada manfaatnya, itu yang paling penting," pungkasnya.
(van/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed