DetikNews
Selasa 24 April 2018, 20:33 WIB

Amien Rais Sebut Jokowi Down, PDIP: Elektabilitasnya Justru Meroket

Danu Damarjati - detikNews
Amien Rais Sebut Jokowi Down, PDIP: Elektabilitasnya Justru Meroket Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Senior PAN Amien Rais menyatakan elektabilitas Joko Widodo going down alias merosot. Namun PDIP membantah penilaian Amien.

"Ciri Amien Rais kan memang begitu. Kalau buat statement yang wajar-wajar saja, maka itu bukan Amien Rais," kata Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun kepada detikcom, Selasa (24/4/2018).

Kata Komarudin, yang terjadi adalah sebaliknya. Elektabilitas Jokowi bukan merosot, melainkan meroket. Dia mengklaim ini adalah hasil tilikan terhadap survei Litbang Kompas sejak tiga tahun lalu.


[Gambas:Video 20detik]


"Saya pikir Amien Rais tidak mengikuti perkembangan terkini, barangkali karena terlalu sibuk mempersalahkan orang," ujar Komarudin.

Dikatakannya, survei Kompas pada 2015 mencatatkan elektabilitas Jokowi sebesar 42 persen. Memang elektabilitas Jokowi sempat turun saat itu. Namun elektabilitas itu naik menjadi 55,9 persen pada survei Litbang Kompas pada April ini.

"Elektabilitas dari 42,5 persen melompat ke 55,9 persen. Ini meroket," kata Komarudin.

Dia juga mengamati pergerakan elektabilitas Prabowo Subianto, kandidat capres yang didukung Amien Rais. Elektabilitas Prabowo pada Januari 2015 tercatat 13,8 persen dan kemudian bergerak naik pada bulan ini di angka 14,1 persen.

"Naik tidak tinggi," kata Komarudin.

"Bagi kami, PDIP, yang percaya akan ilmu pengetahuan, kami tidak pakai survei Amien Rais, karena tak ada metodologinya," ujar Komarudin.



Adapun Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyatakan hal yang senada. Hendrawan mencoba memaklumi sikap Amien Rais yang keteteran mengikuti perkembangan informasi di era yang semakin dinamis ini.

"Mungkin Pak Amien belum dapat info terbaru dari hasil survei beberapa lembaga yang independen. Partai-partai memang harus punya tim yang kuat untuk mengikuti dinamika politik yang cepat ini. Kapasitas individu terkadang tidak memadai untuk terus mengolah informasi di dunia yang berlari cepat dan gegas seperti sekarang," tutur Hendrawan.

Kata dia, demokrasi di Indonesia kini butuh pencerahan dari tokoh kaliber begawan. "Mudah-mudahan kita tidak kekurangan stok tokoh-tokoh semacam itu," kata Hendrawan.

Sebelumnya, Amien berbicara di depan para ustazah di Balai Kota Jakarta. Amien menunjuk foto Jokowi.

"Ini (menunjuk foto Jokowi) elektabilitasnya sudah going down. Kata ahli, para survei, itu seorang incumbent, sekarang petahana, kalau di bawah 50 persen, itu untuk menang kembali seperti is impossible," kata Amien.
(dnu/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed