Al-Qaeda Eropa Ancam Serang Italia & Denmark

Al-Qaeda Eropa Ancam Serang Italia & Denmark

- detikNews
Jumat, 08 Jul 2005 07:01 WIB
Jakarta - Setelah mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang terjadi di kota London, Inggris, kelompok organisasi rahasia Al-Qaeda di Eropa mengancam akan melakukan hal serupa di Italia dan Denmark. Serangan ini merupakan bentuk balas dendam atas keterlibatan tentara negara-negara itu di Iraq dan Afghanistan. Pernyataan kelompok tersebut muncul di situs Elaph, sebuah situs yang memang populer di kalangan militan Muslim, dan juga majalah Jerman Der Spiegel. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengaku bahwa persiapan untuk penyerangan London telah dilakukan cukup lama. "Kita telah berkali-kali memperingati pemerintah dan rakyat Inggris. Kita telah memenuhi janji kita.Setelah usaha dan persiapan yang cukup panjang, kita berhasil melancarkan serangan terhadap Inggris," kata salah satu anggota kelompok itu seperti dikutip kantor berita Reuters, Kamis (7/7/2005).Mereka juga mengirimkan pesan atas serangan itu. Bunyi pesan itu adalah "Berbahagialah bangsa Muslim dan Arab. Telah tiba waktunya kita membalas dendam kepada pemerintahan Zionis Inggris atas pembantaian yang mereka lakukan di Irak dan Afghanistan." Keaslian pesan tersebut memang tidak dapat dipastikan, tetapi Al-Qaeda Eropa adalah kelompok yang juga mengaku bertanggung jawab atas serangan teror terakhir di Eropa, yaitu peledakan bom di Madrid, Spanyol, pada Maret 2004, Peledakan bom ini menewaskan 191 orang. Menurut Direktur Pusat Studi Pertahanan King's College London, Michael Clarke, serangan ini menggunakan sedikitnya enam bom. Berarti, paling tidak 24 orang terlibat dalam aksi ini. Serangan ini, lanjut Clarke, terjadi saat kekuatan pertahanan sedang difokuskan pada pertemuan G-8. Hal ini menunjukan bahwa pelaku telah memikirkan rencana ini secara matang. Selain itu, saat ini masih ada ancaman terjadi ledakan berikutnya. "Jika ingin betul-betul melumpuhkan kota, tinggal meledakkan bom saat orang-orang sedang membutuhkan pertolongan," ujarnya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads