DetikNews
Selasa 24 April 2018, 16:59 WIB

Ma'ruf Amin Keberatan Kiai yang Dekat Pemerintah Didiskreditkan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Maruf Amin Keberatan Kiai yang Dekat Pemerintah Didiskreditkan Ma'ruf Amin (Ari/detikcom)
Serang - Ketua MUI yang juga Rais Aam Nahdlatul Ulama menyinggung kelompok yang tak senang MUI dan NU dekat dengan pemerintah. Apalagi yang menggunakan kata-kata kasar menghina kiai karena dekat dengan pemerintah pusat.

Ia mengatakan berjuang di negara ini sah-sah saja, termasuk berjuang ingin menjadi presiden asalkan konstitusional dan berjalan dengan demokratis.

"Mau ganti presiden, silakan, ada caranya, yaitu demokratis dan konstitusional. Jangan ngantem sana-sini. Kalau kiai dekat dengan pemerintah, (dibilang) kiai anjing, naudzubillah," kata Ma'ruf dalam acara pelantikan dan harlah ke-92 Nahdlatul Ulama di Kota Serang, Banten, Selasa (24/4/2018)

Ia menjelaskan umat juga jangan terprovokasi upaya kelompok tertentu yang ingin mengganti dasar negara. NU dengan prinsip Aswaja akan selalu bermitra mengawal bangsa Indonesia. Bahkan dengan siapa pun pimpinan pemerintahnya.

MUI, menurutnya, juga sah-sah saja jika dekat dengan pemerintah. Lembaga ini memiliki dua moto, yaitu melayani dan mitra pemerintah. Garis inilah yang memang mengharuskan MUI melayani dan memberdayakan umat yang tidak lepas dari mitra pemerintah.

"Umat kita berdayakan, akidahnya kita perkuat, dan kita bermitra dengan pemerintah untuk kemaslahatan bangsa dan negara," katanya.

"Jangan mau ganti (presiden) maki-maki orang, nuduh orang, silakan 'jual' saja. 'Jual' saja kepada masyarakat. NU akan mengawal semua sistem mekanisme dalam membangun bangsa ini," tegasnya.


Tonton juga video tentang kesiapan para Nahdliyin melawan penghina Ma'ruf Amin:

[Gambas:Video 20detik]


(bri/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed