DetikNews
Selasa 24 April 2018, 16:51 WIB

Ini Awal Perseteruan Anggota DPRA dan Gubernur Aceh di Medsos

Agus Setyadi - detikNews
Ini Awal Perseteruan Anggota DPRA dan Gubernur Aceh di Medsos Foto: agus
Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Abdullah Saleh mempolisikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf karena status di Facebook. Sebelum melapor ke Polda, keduanya ternyata saling "berbalas pantun" di jejaring sosial.

"Saya melaporkan Irwandi Yusuf karena sudah mencemarkan nama baik saya dan keluarga," kata Abdullah dalam konferensi pers di media center DPRA, Aceh, Selasa (24/4/2018).


Perang komentar keduanya dipicu soal perdebatan hukuman kasus PSK online yang ditangkap di Aceh. Berikut isi perang komentar antara Abdullah Saleh dan Irwandi Yusuf di media sosial yang berujung pada pelaporan ke polisi:

"Abdullah Saleh Sh dalam status dan komentarnya selalu ngomong masalah PSK online yang baru2 ini digulung oleh kepolisian dan menyalahkan kepolisian serta eksekutif karena melepaskan PSK namun tetap memproses hukum germonya. Kita apresiasi kepedulian Abdullah Saleh thd pelaksanaan hukum di Aceh.

Kita berharap juga akan ada proses hukum terhadap, misalnya, seorang mahasiswa asal Aceh anak agt DPRA yg kuliah di Univ AL-Azhar Mesir yg menghamili seorang TKW lalu kemudian dinikahkan dan diusir dari Mesir. Kasus ini cukup barang buktinya yaitu seorang anak, tapi pelaku zina tsb tidak dihukum juga. Barangkali alasannya karena tempat kejadian perkara atau locus delictie nya diluar Aceh, ya?!"

Berselang dua hari kemudian, Abdullah Saleh juga membuat status di akun Facebook miliknya. Dia juga men-tag nama Irwandi Yusuf dalam postingannya. Status yang diunggah pada 13 April lalu itu disukai sebanyak 650 kali dan dibagikan sebanyak 142 kali. Isinya yaitu:

"Maaf 2 hari yg lalu saya berada ditempat yg tdk ada akses internet. Ternyata ada statement Sdr Irwandi Yusuf Gubernur Aceh yg mengapresiasi tentang pernyataan saya penegakan syari'at Islam di Aceh. Di sisi yg lain dia menebarkan fitnah dan menyerang kehormatan dan nama baik dg melemparkan tuduhan keji kepada pribadi saya yg tidak pantas dia lakukan sebagai Gubernur Aceh. Saya melihat cara apa yg dilakukan Gub Aceh sdh sangat tdk sehat menyerang siapa saja dg cara keji dan brutal. Langkah yg dia lakukan terhadap saya ada hubungan dg kebijakan yg akan dikeluarkannya yaitu "Pergub peralihan hukuman cambuk dari tempat umum ke dalam penjara". Sasarannya tentu tidak akan ada lagi yg menolaknya. Saya melihat prilaku Gub Aceh sangat berbahaya, dia mengacak-ngacak sosial, politik, hukum/syari'at islam dg cara tidak beretika. Soal serang menyerang secara pribadi saya juga banyak senjata ampuh yg bisa saya lepaskan tapi saya tahan jangan sampai rakyat kita tambah gaduh. Saya mengajak rakyat negeri ini utk menyadari kondisi negeri kita dibawah kepemimpinan Irwandi Yusuf ini telah mengancam eksistensi kita, Aceh dan Syari'at islam!"

Dalam surat laporan kepada polisi, Abdullah Saleh mengaku Irwandi sempat mengomentari status yang dibikinnya. Namun tak lama kemudian, komentar itu dihapus kembali oleh Irwandi.

Menurut Abdullah, anak pertamanya kuliah di Mesir sekitar enam tahun lalu. Dia merasa postingan tersebut ditujukan untuk dirinya karena pada awal status, Irwandi meng-taq namanya. Dirinya membaca status tersebut sehari setelahnya yiatu 12 April lalu.

"Kenapa saya beraksi karena pertama posting itu di taq nama saya diawal dan mengapresiasi ke saya," jelas Abdullah.


(tfq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed