DetikNews
Selasa 24 April 2018, 14:07 WIB

Diminta Rizieq Bersihkan Partai dari PKI, PDIP: Tak Usah Disuruh

Danu Damarjati - detikNews
Diminta Rizieq Bersihkan Partai dari PKI, PDIP: Tak Usah Disuruh Foto: Habib Rizieq. (Grandyoz Zafna/detikcom).
Jakarta - Lewat pertemuan dengan politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru di Mekah, Habib Rizieq Syihab menitipkan permintaan agar PDIP membersihkan diri dari anak turun Partai Komunis Indonesia (PKI). PDIP menyatakan tak perlu Rizieq menyuruh-nyuruh.

"Semua yang masuk PDI Perjuangan ideologinya adalah Pancasila. Sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Selasa (24/4/2018).

Eva menyatakan PDIP tak melanggar aturan apapun. Adapun anak turun PKI juga telah dijamin konstitusi untuk bisa berpolitik.

"Kalau soal urusan hak politik, lihat putusan MK di mana anak turun PKI itu boleh memilih dan dipilih," kata Eva.


Dia menyarankan agar pihak Persaudaraan Alumni 212, kelompok yang menyampaikan pesan Rizieq, agar menempuh jalur yang benar bila tak setuju dengan putusan MK.

"Ya silakan datang ke MK untuk diberi penjelasan tentang hak dan kewajiban warga negara di bidang politik," kata dia.

Ada lima poin permintaan Rizieq kepada PDIP yang disebut disampaikan saat bertemu dengan Erwin Singajuru. Poin pertama adalah soal bersih-bersih anak turun PKI dan poin kedua adalah permintaan agar PDIP lepas dari neoliberalisme. Poin selanjutnya yakni soal permintaan agar PDIP bisa bersikap tak anti-Islam.

"PDIP tahu hukum dan mengerti tentang Pancasila. Tidak ada pelanggaran apapun. Yang paling NKRI itu PDIP," tanggap Eva.

Diminta Rizieq Bersihkan Partai dari PKI, PDIP: Tak Usah DisuruhFoto: Ari Saputra

Eva menilai pihak Rizieq tak perlu memberi perintah kepada PDIP soal ideologi dan hukum. Soalnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih jago ketimbang Rizieq perkara ideologi dan hukum yang dimintakan Rizieq.

"Nggak usah disuruh-suruh. Bu Mega jauh lebih pintar dari Rizieq kalau urusan begitu," kata Eva.

Permintaan itu muncul usai politikus PDIP Erwin Moeslim Singajuru bertemu Rizieq di Mekah, Minggu (22/4) kemarin. Eva menjelaskan itu adalah pertemuan personal dan bukan merupakan pelaksanaan tugas kepartaian. Tak ada efek politik dari pertemuan itu, yang ada malah pertemuan itu ditunggangi pihak Rizieq sebagai sarana memerintah PDIP.

"Menurut saya tidak ada (efek politik), karena itu adalah personal. Yang ada malah ditunggangi seperti itu, PDIP malah diperintah-perintah," kata Eva.


Sebelumnya, Humas Pengurus Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyampaikan lima poin pertemuan Habib Rizieq dan Erwin, sebagai berikut:

1. Habib Rizieq meminta kepada kepada Erwin agar PDIP benar-benar bersih dari keturunan PKI yang masih mengusung paham komunis, begitu juga kader yang berhaluan komunis atau mendukung komunis.

2. Agar juga PDIP melepaskan diri dari neoliberalisme dan para misionaris jahat yang sangat intoleransi terhadap ajaran Islam.

3. Agar PDIP menjaga asas proporsionalisme dan adil dengan komposisi penduduk mayoritas yang 90% Islam juga mayoritas di PDIP sebagai kader dan pimpinannya juga 90% Islam.

4. PDIP juga harus segera mengevaluasi dan merevisi kebijakan yang anti-Islam.

5. PDIP juga harus bisa menjadi partai nasionalis religius sehingga tidak selalu memusuhi agama dan ulama.

Jokowi sendiri secara langsung pernah menepis tuduhan bahwa dirinya ialah antek PKI. Berikut pernyataannya:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed