4 Ledakan di London Tewaskan 40 Orang, Lukai 300 Orang

4 Ledakan di London Tewaskan 40 Orang, Lukai 300 Orang

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2005 22:11 WIB
Jakarta - 4 Buah ledakan mengguncang subway Kota London dan membakar sebuah bus tingkat saat jam sibuk pada Kamis (7/7/2005) pagi di London waktu setempat. PM Inggris Tony Blair menyebut serangan teroris ini sebagai aksi barbar. Paling tidak 40 orang tewas dan 300 orang terluka.Deputi Komisioner London Brian Piddick menyatakan, paling tidak 33 tewas di dalam subway. Ia mengkonfirmasi ada korban tewas di bus tapi belum memberi angka pasti. Menurut keterangan dari pihak rumah sakti yang dikontak The Associated Press, lebih dari 350 orang terluka.Blair menyatakan bahwa serangan teroris ini terang-terangan ditujukan untuk KTT G-8 yang dibuka hari ini di Gleneagles, Skotlandia. Ledakan-ledakan ini menghantam 3 stasiun subway dan sebuah bus tingkat secara beruntun di antara pukul 8:30 dan 9:30 pagi waktu setempat, dan menyebabkan sistem transportasi kota London lumpuh.Sebagian besar negara Eropa kini bersiaga. Di Italia, keamanan airport telah diangkat ke level maksimum. Negara-negara yang telah meningkatkan pengamanannya di berbagai fasilitas publik dan transportasi adalah Rusia, Belanda, Perancis, Spanyol.Sebuah kelompok yang menamakan dirinya "Organisasi Rahasia Al-Qaeda di Eropa" telah mengaku bertanggung jawab atas persitiwa ini. Mereka menyatakan serangan ini adalah balasan atas keterlibatan Inggris di Iraq dan Afghanistan."Ini jelas-jelas merupakan gaya penyerangan Al-Qaeda. Ini dikoordinasikan dengan baik, dilakukan bertepatan dengan sebuah peristiwa politik, dan merupakan serangan beruntun terhadap sarana transportasi umum pada saat jam sibuk," ungkap Lawrence Freedman, seorang profesor perang di King's College London.Harga saham di Eropa menurun tajam setelah serangan tersebut, dengan transaksi di London, Paris, dan Jerman menurun sekitar 2 persen. Apalagi saham asuransi dan travel yang jatuh tajam. Nilai mata uang Pound Inggris pun jatuh. (atq/)


Berita Terkait