Korban Tabrakan Tanker Belum Ditemukan
Kamis, 07 Jul 2005 21:05 WIB
Surabaya - Pencarian terhadap korban hilang akibat tabrakan kapal tanker MR 1 Jakarta dengan kapal tanker NCC Madinah belum membuahkan hasil. Kondisi Erfan, bayi berusia 2,5 bulan yang hilang masih misterius.Namun, upaya pencarian terus dilakukan oleh anggota Kepolisian Perairan Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Syahbandar Gresik, organisasi yang mengelola perairan di wilayah Gresik."Kami tetap melakukan pencarian semaksimal mungkin bersama Syahbandar Gresik," kata Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Gakum) Polisi Air Polda Jawa Timur, Kompol Andar Praminto kepada detikcom ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (7/7/2005).Keterlibatan Syahbandar Gresik, lanjut Andar, karena diduga korban terseret arus disekitar perairan Gresik yang tak jauh dari lokasi tabrakan, di Karang Jamuang. Meski Andar juga mengaku kesulitan mencari korban, karena derasnya arus di perairan Gresik dan sekitarnya, dia tetap optimis korban akan ditemukan.Selain bekerjasama dengan Syahbandar Gresik, Polisi Air Polda Jatim juga menghimbau kepada seluruh kapal maupun nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk membantu pencarian.Seperti diketahui, terjadi benturan keras antara kedua kapal tanker itu. Kapal MR 1 Jakarta sebenarnya sudah memberi sinyal pada kapal pandu, sayangnya sinyal yang sudah diberikan ini tidak mempengaruhi kecepatan kapal Tangker MTT Madinah berbendera Norwegia ini.Tiga korban luka langsung dilarikan ke RS Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendapatkan perawatan intesif. Sedangkan Erfan, bayi yang masih berumur 2, 5 bulan yang menumpang MR 1 Jakarta, hilang ditelan laut. Erfan diketahui adalah anak John Hendrik, Masinis I Kapal MR 1 Jakarta.Sedangkan ibunya, Kartini, luka cukup parah. Tangan kanannya putus. Korban lainnya, John Hendrik, Agustinus dan Sami, mengalami luka ringan. Semua yang menderita luka adalah dari kapal tanker MR 1 Jakarta.Nakhoda kapal Tanker MR 1 Jakarta dan Edwin Hoplan, nakhoda kapal KM NCC Tanker Madinah terancam menjadi tersangka. Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan di Mapolair Polda Jatim di kaw
(atq/)











































