13 Orang PB HMI Mogok Makan Protes kebijakan Pemerintah
Kamis, 07 Jul 2005 19:05 WIB
Jakarta - 13 Orang dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melakukan mogok makan memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat di pintu gerbang DPR/MPR.Aksi keprihatinan ini menuntut pemerintah menarik kembali kebijakan Perpres Nomor 36/2005 mengenai pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. Mereka juga mendesak pemerintah memenuhi tuntutan minimal anggaran pendidikan dalam APBN dan mendesak DPR menghentikan kenaikan tunjangan operasional."Kami di sini melakukan aksi keprihatinan sekuat kami. Kalau harus masuk ke rumah sakit, ya sudah," kata Ketua PB HMI Hasanuddin kepada detikcom, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2005). Saat ini, mereka sedang duduk di depan pintu gerbang DPR bersama teman-teman HMI lainnya yang berjumlah 30 orang. Belasan polisi dari Polsek Tanah Abang berjaga-jaga terhadap aksi keprihatinan ini yang dimulai pukul 16.00 WIB. Namun, Wakapolsek Tanah Abang AKBP Kartono memerintahkan para demonstran untuk membubarkan diri. Hal ini disebabkan aksi yang dilakukan tidak melalui proses perizinan. Polisi akan membubarkan paksa kalau para demonstran tetap melakukan mogok makan."Aksi ini tidak melalui prosedur izin yang ada. Kita minta dengan hormat adik-adik membubarkan diri, kalau tidak kita bubarkan paksa," tegasnya.Meski diancam untuk dibubarkan, tidak menyurutkan semangat para anggota HMI ini. Malahan, para anggota HMI lainnya terus berdatangan. Hingga saat ini, baik para anggota HMI dan polisi masih berada di lokasi pintu gerbang DPR.
(atq/)











































