Ledakan di London
4 Orang Tewas, Warga RI Aman
Kamis, 07 Jul 2005 19:36 WIB
Jakarta - Ledakan yang terjadi di London, Inggris terjadi hingga tujuh kali. Diperkirakan empat orang tewas dan 90 orang luka-luka. Belum ada laporan mengenai korban warga Indonesia. Demikian informasi yang disampaikan Dr Pribadi Sutiono, Counsellor Information, and Socio-Cultural Department Kedubes RI (KBRI) di London dalam emailnya yang diterima detikcom, Kamis (7/7/2005). Ledakan itu terjadi pada 08.50 waktu Inggris atau pukul 14.50 WIB di pusat kota London. Ledakan terjadi di beberapa stasiun bawah tanah, yaitu di stasiun-stasiun Aldgate East, Liverpool, Old Street, Bank, Kings Cross, Moorgate, dan Edgware. Ledakan juga terjadi pada sebuah bus wisata di kawasan Tavistock Square. Akibat ledakan ini, bus itu dalam kondisi hancur. Hingga kini diperkirakan telah terjadi tujuh buah ledakan di tempat-tempat tersebut. Ledakan pertama terjadi pada saat para pekerja Inggris akan memulai bekerja. Pada awalnya dikatakan bahwa asal ledakan adalah akibat kerusakan listrik pada gardu di stasiun Aldgate East. Namun dengan melihat adanya ledakan di tempat-tempat lain, maka diperkirakan asal ledakan bukan dari kerusakan gardu listrik. Untuk sementara, sarana transportasi kereta bawah tanah di London telah ditutup dan diperkirakan baru akan dipulihkan esok hari. Hingga kini jumlah korban akibat ledakan ini empat orang tewas dan 90 orang luka. "Sementara ini, kami belum menerima berita tentang adanya korban dari warganegara Indonesia," kata dia. Berdasarkan laporan BBC World, stasiun televisi ini telah menerima telepon dari pihak Al-Qaedah yang menyatakan bahwa kelompok ini bertanggungjawab atas ledakan-ledakan tersebut. Meski demikian, pihak berwenang Inggris masih belum mengeluarkan komentarnya mengenai hal ini. Namun diakui oleh Komisioner Polisi Nasional bahwa ledakan ini merupakan tindakan yang terkoordinir. PM Inggris dalam konferensi persnya pada pukul 12.00 waktu setempat menyatakan bahwa ledakan ini diyakini merupakan kegiatan teroris secara terencana. Dirinya akan segera kembali ke London dari pertemuan G-8 di Gleanagles dan akan melihat secara langsung akibat ledakan tersebut. KBRI London telah mengeluarkan imbauan kepada warganegara Indonesia di London untuk selalu waspada dan berhati-hati. Bila terjadi sesuatu hal, para WNI diminta segera menghubungi KBRI London.
(asy/)











































