Karyawan BNI Bobol Rekening Nasabah Rp 900 Juta

Karyawan BNI Bobol Rekening Nasabah Rp 900 Juta

- detikNews
Kamis, 07 Jul 2005 18:26 WIB
Jakarta - Menyimpan uang di bank ternyata tidak sepenuhnya aman. Karyawan bank bisa saja mengambil duit nasabah. Ini terjadi di BNI di mana seorang nasabah kehilangan Rp 900 juta. Kasus ini terjadi di BNI Cabang Adorana, Pelabuhan Tanjung Priok. Polisi telah menetapkan pelaku utama pembobolan kasus kejahatan perbankan ini adalah karyawan bank di BNI Cabang Adorana, dengan inisial NBH. "Tersangka NBH ditahan di Rutan Polda Metro Jaya tadi siang setelah dilakukan penyelidikan oleh tim dari Unit III Sat V/korupsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Tjiptono kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (7/7/2005).Kasus ini sebenarnya terjadi pada 2004. Namun, tindakan NBH baru terkuak akhir-akhir ini. Bagaimana kasus ini bisa terjadi? Menurut Tjiptono, tersangka mengorder dan mengaktifasi kartu ATM atas nama nasabah BNI P.N Soenarso tanpa sepengetahuan Soenarso pada tahun 2004. Dia menarik uang Rp 937.461.467 dari rekening Soenarso dan ditransfer ke rekening penampungan atas nama Yulyansyah, ke tujuh debit plus, penarikan tunai dan lain-lain.Melihat rekeningnya kosong, Soenarso sontak kaget. Dia kemudian mengadukan masalah ini ke Bank BNI. Dari hasil pelacakan pihak BNI, rekening Soenarso ternyata disebar ke tujuh rekening. Salah satu yang berhasil diketahui ternyata milik seorang cleaning service Bank BNI cabang Tanjung Priok. Cleaning service ini kemudian menjadi saksi kunci.Menurut Tjiptono, saksi ini mengaku menerima sejumlah uang yang disimpan di sebuah rekening atas nama Yulyansyah. Setelah dilacak, ternyata Yulyansyah adalah seorang pelaut yang tidak mempunyai rekening BNI. Namun, Yulyansah mengaku pernah kehilangan surat izin mengemudi (SIM). Nah, usut punya usut, ternyata SIM Yulyansyah inilah yang digunakan NBH untuk membuka rekening palsu.Dari aksi ini, polisi menyita barang bukti berupa dokumen Perbankan dan uang yang berhasil diblokir sebesar Rp 521.297.491. (atq/)


Berita Terkait