DetikNews
Senin 23 April 2018, 20:16 WIB

Dipolisikan soal Cuitan Alquran, Guntur Romli: Itu Hoax

Idham Kholid - detikNews
Dipolisikan soal Cuitan Alquran, Guntur Romli: Itu Hoax Guntur Romli (berpeci). (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli dilaporkan ke Bareskrim karena cuitan soal Alquran yang beredar di media sosial. Guntur mengatakan tweet yang disoal itu bukan cuitan dia.

"Bukan (cuitan saya), bukan. Saya juga sudah klarifikasi di (akun) Facebook," kata Guntur Romli saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2018).


Guntur akan melaporkan balik Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis. Guntur saat ini sedang berada di Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.

"Saya laporkan balik, pencemaran nama baik karena itu hoax," ujarnya.

"Saya masih mau laporan di Polda," imbuhnya.

Selain itu, Guntur memberikan klarifikasi di akun Facebook-nya. Dia juga melaporkan akun Twitter yang dinilai menyebarkan tweet palsu ke Polda Metro Jaya, Minggu (22/4).

Guntur melapor dengan tuduhan pencemaran nama baik dan/atau manipulasi data dan/atau ujaran kebencian. Laporan itu tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/2235/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

"Jadi kemarin, 22 April, saya sudah laporkan akun @netizentopa manipulasi data. Hari ini saya lapor balik pelapor saya, Damai Hari Lubis, karena pencemaran nama baik," tulisnya.

Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis sebelumnya melaporkan Guntur Romli ke Bareskrim atas tuduhan penistaan agama. Hari membawa bukti screenshot cuitan yang beredar di media sosial.

"Guntur Romli mengatakan 'Alquran itu bukan kitab suci, Muhammad bukan orang suci dan bisa digauli'. Itu kami laporkan ke Bareskrim," ucap Hari.

Berikut ini klarifikasi Guntur Romli yang di-posting di akun Facebook-nya:

Untuk menutupi kasus korupsi yg paling memalukan dan untuk mengalihkan isu dari kasus suap yang menggunakan kode juz Quran sebagai sogok, kader dari parpol (mantan Caleg) yg paling mengaku paling suci, menyebarkan foto editan.... Cara-cara kotor seperti ini menunjukkan tidak siapnya bersaing dengan sehat untuk meraih kepercayaan rakyat.

Saya akan terus menjadi sasaran tembak kelompok2 ini yg bersatu dalam radikalisme dan kemunafikan berkedok agama karena berani melawan mereka!

Beberapa fake twit (twit palsu) dan capture dari WA palsu bertebaran yg dipakai untuk menyerang saya. Dari kemaren disebar pakai akun2 anonim, sekarang sudah jelas siapa pelakunya. Ini akan menjadi masalah serius!

Saya akan terus lawan dan bongkar kemunafikan mereka!
(idh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed