PBNU: BBM Langka, Picu Rush Ekonomi Ronde II
Kamis, 07 Jul 2005 16:30 WIB
Jakarta - Kelangkaan BBM terus berlanjut di sejumlah daerah. Pemerintah diminta mengambil tindakan jitu. Jika tidak, kekacauan ekonomi bakal menghantui."Pemerintah harus betul-betul serius dalam mengatasi kenaikan BBM dengan cepat. Jangan terjadi rush kedua dalam ekonomi sebagaimana terjadi di awal 1998," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2005).Menurut Muzadi, ada dua indikator yang dapat mengguncang perekonomian. Pertama, miyak dan kedua, dollar. Jika tak terkendali maka akan berimbas pada perekonomian."Kalau terjadi rush gelombang kedua akan sangat memberatkan RI untuk bangkit dari keterpurukan yang ada saat ini," ujar pria bergelar doktor ini.Pemerintah telah menyerukan hemat BBM. Seruan ini pun telah diterapkan di sejumlah instansi. Rencananya, aturan hemat BBM dirilis pekan depan.Bentuknya bisa perpres, SK Dirut Pertamina dan PLN atau perda dari gubernur.
(aan/)











































