DetikNews
Senin 23 April 2018, 16:38 WIB

NTB Masuk Zona Merah Kasus Stunting di Indonesia

Faruk Nickyrawi - detikNews
NTB Masuk Zona Merah Kasus Stunting di Indonesia Foto: Faruk Nickyrawi
Dompu - Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, masuk zona merah kasus stunting di Indonesia. Tercatat 47 persen balita usia 0-2 tahun mengalami kasus stunting.

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan stunting, yakni sanitasi, pola makan, dan pola asuh. "Dari tiga segi inilah penyebab stunting. Stunting menjadi isu nasional dan menjadi lokus dari stunting ini adalah Dompu," kata Kepala Dinas Kesehatan Dompu Juwita Kastianti kepada detikcom, Senin (23/4/2018).


Data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dompu mencatat 10 desa mengalami kasus stunting pada balita, yakni Desa O'o, Katua, dan Dorebara di Kecamatan Dompu; Desa Cempi Jaya dan Desa Jala di Kecamatan Hu'u; Desa Mumbu dan Desa Bakajaya di Kecataman Woja; Desa Sorinomo dan Nanga Kara di Kecamatan Pekat; serta Desa Ranggo di Kecamatan Pajo.

Stunting merupakan kasus gagal tumbuh pada anak usia 0-2 tahun yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan bergizi saat usia hamil.


"Sekarang kita sudah akan melakukan kemitraan dengan desa-desa dan sudah kami lakukan advokasi dengan DPMPD, DPRD, juga desa supaya bagaimana caranya anggaran desa itu bisa juga difokuskan untuk stunting," kata Juwita.

Menurutnya, angka 47 persen merupakan angka sementara yang dicatat oleh pemda Dompu. Langkah yang ditempuh untuk mendapatkan angka yang akurat adalah melakukan gerakan pekan timbangan untuk mengetahui kasus stunting yang ada di Dompu.
(tfq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed