Komisi I Bantah Peras Calon Dubes
Kamis, 07 Jul 2005 16:05 WIB
Jakarta - Nama Wakil Ketua Komisi I DPR, Effendy Choirie, dicatut untuk melakukan pemerasan. Tidak tanggung-tanggung orang yang mau ditipu itu adalah calon duta besar RI. Komisi I DPR pun berang. "Kita tidak pernah meminta uang atau apa pun," kata Ketua Komisi I, Theo L Sambuaga, kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2005).Ia mengaku sudah mengecek ke seluruh anggotanya. "Kalau pun ada yang diperas, silakan langsung ke polisi saja sehingga bisa dikejar dan diusut dengan cepat," tukas Theo.Sebelumnya, 3 dari 20 kandidat calon dubes mengaku dimintai uang oleh seseorang yang mengaku Effendy. Permintaan itu disampaikan melalui telepon.Tiga calon dubes tersebut adalah Slamet S Mustafa (Spanyol), I Gde Djelantik (Peru), dan Djoko Hardono (Kanada). Mereka dimintai uang Rp 45 juta. Nama Theo Juga DicatutSelain Effendy, nama Theo juga ikut dicatut. Namun, bukan untuk memeras melainkan untuk memudahkan proses pengajuan visa.Theo mengaku telah dihubungi pihak Kedubes Kanada di Jakarta. Hal ini terkait ada surat rekomendasi yang mengatasnamakan dirinya. Surat tersebut tertanggal 29 Juni 2005.Dalam surat tersebut tertulis, Kedubes Kanada diminta menyiapkan akomodasi kunjungan 2 staf Theo yakni Dedi Swarman dan Afandi Wirya ke KBRI di Kanada. Surat tersebut juga dibubuhi tanda tangan dari Theo.Mantan Menteri Tenaga Kerja ini pun langsung membantah. "Itu bukan tanda tangan saya," tukas Theo.Ia meminta Kedubes Kanada tidak mengubris masalah itu. "Saya tidak pernah merekomendasikan dan saya juga tidak kenal dengan mereka," tandasnya.
(ton/)











































