Din Janji Tidak Bawa Muhammadiyah ke Kancah Politik
Kamis, 07 Jul 2005 15:22 WIB
Malang - Muhammadiyah berusaha tetap konsisten untuk tidak berpolitik praktis. Din Syamsuddin yang baru saja terpilih sebagai ketua umum PP Muhammadiyah akan membawa gerbong Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, bukan gerakan politik. Janji ini disampaikan Din dalam jumpa pers di Media Center Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl. Tlogomas, Malang, Kamis (7/7/2005). Dalam jumpa pers, Din didampingi anggota PP Muhammadiyah lainnya, seperti Haedar Nashir, Bambang sudibyo, Dahlan Rais, Muhammad Muqoddas, Fasichul Lisan, dan Yunihar Ilyas. Menurut Din, untuk menjaga Muhammadiyah dari politik praktis, anggota PP Muhammadiyah yang aktif dalam politik praktis harus mengundurkan diri. "Sudah menjadi ketentuan sebelum calon ditetapkan panitia pemilihan, semua anggota bersedia mengundurkan diri jika merangkap jabatan di dalam partai politik. Ketentuan tersebut berlaku umum sampai ke bawah," kata Din. Din juga menjelaskan, semua anggota PP Muhammadiyah sudah menegaskan bersedia dan berkomitmen untuk aktif dalam keoorganisasian, walau tidak sepenuhnya hadir ke kantor. "Namun jika ada anggota PP Muhammadiyah tidak aktif sama sekali, keputusan nanti tergantung dari PP," ujar dia. Semua anggota PP Muhammadiyah yang terpilih, kata Din, telah menyatakan komitmennya untuk menerima amanat yang diberikan oleh peserta muktamar sebaik-baiknya untuk kepentingan organisasi. Anggota PP juga siap menjadi teladan."Kami berharap ke depan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2010, bisa mengemban amanat sebaik-baiknya. PP muhammadiyah sesuai dengan amanat muktamar mempunyai satu tekad untuk melanjutkan dakwah Muhammadiyah sebagai dakwah keagamaan dan budaya," jelas alumnus Universitas California Los Angeles (UCLA) ini. Bantah Ada Kubu-kubuan Din juga membantah adanya perpecahan di tubuh Muhammadiyah dengan munculnya kubu-kubu di antara peserta muktamar. Sebagai bukti, rapat formatur untuk menentukan ketua umum PP Muhammadiyah juga berjalan lancar dan sangat akrab. "Berita bahwa Muhammadiyah mengalami perpecahan dengan munculnya kubu-kubu ternyata itu tidak benar dan tidak terjadi," kata Din.Sementara itu, Haedar Nashir menyatakan, PP Muhammadiyah setidaknya mempunyai 4 kekuatan. Pertama, sistem komitmen pergerakan Muhammadiyah dalam rangka kepemimpinan yang kolektif. Kedua, kepercayaan masyarakat luas terhadap Muhammadiyah menjadi tanggung jawab untuk melangkah. Ketiga, Muhammadiyah memiliki ribuan amal usaha sebagai karya dakwah bagi masyarakat. Keempat, sumber daya manusia yang terdidik dam memiliki kemampuan yamg memadai.Di masa mendatang, PP Muhammadiyah akan melakukan program pencerahan kepemimpinan. "Agenda pencerahan merupakan bagian yang penting, inilah kepemimpinan periode yang mempunyai agenda kepemimpinan untuk kemaslahatan umat," jelas Haedar.
(asy/)











































