"Woy.., udah pada ngopi belom? Ngopi napa ngopi, diem-diem bae. Ayo ngopi kita ngopi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (23/4/2018). Zulhasan menyambangi sejumlah aktivis dan petani kopi Kabupaten Jember di City Forest Jember, Minggu (22/4/2018). Pernyataan Zulhasan spontan langsung disambut gelak tawa hadirin.
"Di Hari Bumi ini saya dukung penuh perlindungan terhadap Petani Kopi dalam negeri. Jaga alam kita, lindungi petani kopi dalam negeri," kata Zulhasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Zulhasan, keberadan kopi sebagai komoditas utama asli Indonesia harus dilindungi. Apalagi Kopi Indonesia khususnya Jember sudah diekspor ke seluruh dunia.
"Saya merasa dekat dengan petani kopi karena di Lampung pun banyak petani kopi. Petani kopi ini harus dilindungi kalau bisa didukung penuh supaya ekspornya meningkat," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhasan, diajak pengusaha yang juga pemilik lahan City Forest Jember, Arum Sabil, untuk menanam bibit kopi dan tanaman lain di sekitar kawasan.
"Saya teman lama Pak Zul, dan saya tahu betul Beliau ini suka banget kopi lokal dalam negeri. Saya dan petani kopi di sini merasa terhormat Pak Zul bisa hadir di kebun kami ini," kata Zulhasan.
"Buat Pak Zul, saya titip perlindungan petani khususnya petani kopi. Harga kopi naik petani jangan sampai rugi," kata Arum.
(idr/nwy)










































