Warga Baduy Minum Ramuan Ini Agar Kuat Jalan Kaki Ratusan Kilometer

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 23 Apr 2018 10:48 WIB
Warga Baduy nyeker jalan kaki ratusan km (bahtiar/detikcom)
Warga Baduy nyeker jalan kaki ratusan km (bahtiar/detikcom)
Serang - Seba Baduy memang menjadi ritual wajib tahunan masyarakat adat yang biasa disebut Orang Kanekes. Tapi pernahkan terbayang bagaimana warga adat ini kuat berjalan kaki ratusan kilometer demi bertemu dengan Bapa Gede atau gubernur.

Setiap kali Seba, Baduy Dalam memang harus berjalan kaki mulai dari pedalaman Desa Kanekes ke Kota Serang. Perjalanan ini kira-kira 160 kilometer jauhnya jika dihitung pulang-pergi. Biasanya, warga Baduy Dalam berangkat sejak pukul 04.00 WIB.

Mereka harus melewati pedalaman Lebak untuk sampai Rangkasbitung. Melewati, sawah dan bukit-bukit khas geografi di sana. Menjelang sore, atau sekitar pukul 15.00 WIB, mereka baru sampai di pusat kota Rangkasbitung.

Di Rangkasbitung ini mereka semalaman akan bersitirahat. Biasanya, Seba akan berlangsung selama 1 jam untuk berbincang dengan bupati Lebak. Mengutarakan keinginan mulai dari kebutuhan lahan adat pertanian sampai persoalan KTP.


Mereka akan berjalan lagi ke Kota Serang begitu mendengar ayam berkokok pertama kali. Melanjutkan perjalanan bertemu gubernur. Biasanya, begitu menjelang siang mereka sudah sampai ke kawasan kota.

Ayah Armah dari warga Baduy Dalam mengatakan, ada satu rahasia kenapa warga adat ini kuat berjalan kaki. Yaitu kebiasaan warga membuat minuman dari rebusan daun yang disebut Karas Tulang.

"Daon Karas Tulang eta pangkuat. Eta dicerubkeun ka cai pang kuat kasiatna. Karas tulang eta pang teuas tulang (Ada daun Karas Tulang untuk memperkuat. Dimasukan ke air agar kuat khasiatnya. Karas tulang itu untuk memperkuat tulang)," katanya saat berbincang detikcom di sela-sela Seba di Kota Serang pada Minggu (22/4/2018).
Warga Baduy Minum Ramuan Ini Agar Kuat Jalan Kaki Ratusan Kilometer

Daun ini menurutnya mudah ditemui di lahan yang menjadi hak ulayat warga Baduy. Jenis daunnya memiliki wangi khas serta mudah ditanam baik di kebun maupun tumbuh liar. Selain itu, ada warga juga yang membuat teh dari daun yang berkhasiat memperkuat tulang ini.

"Daona babari jadi, sengit ongkoh. Aya sabagiana dijieun enteh, karas tulang mah ubar, pang keras tulang (Daun ini mudah tumbuh dan wangi. Ada sebagian warga yang membuat teh dari daun ini, karena dipercaya sebagai obat untuk tulang agar keras)," ujarnya.


Selain meminum rebusan dari jenis daun ini, rahasia kuat warga Baduy Dalam berjalan kaki ratusan kilometer menurutnya adalah kebiasaan sehari-hari. Adat yang melarang mereka menggunakan kendaraan bermotor dan menaiki jenis hewan berkaki 4 seperti kuda, menjadikan mereka terbiasa naik-turun gunung setiap hari. (bri/asp)